Keimanan Dalam Agama Islam

Wujud dari keimanan seseorang adalah ia mampu berakhlak terpuji. Allah sangat menyukai hambanya yang mempunyai akhlak terpuji. Akhlak terpuji dalam islam disebut sebagai akhlak mahmudah.Beberapa contoh akhlak terpuji antara lain adalah bersikap jujur, bertanggung jawab, amanah, baik hati, tawadhu, istiqomah . Sebagai umat islam kita mempunyai contoh yang baik untuk diikuti yaitu nabi Muhammad. Ia adalah sebaik-baik manusia yang berakhlak sempurna. Ketika Aisyah ditanya bagaimana akhlak rosul, maka ia menjawab bahwa akhlak rosul adalah Al-quran.

Nabi Muhammad bersabda, “Seandainya iman Abu Bakar ditimbang dengan iman semua umatku tentu lebih berat iman Abu Bakar.”

Dari Abu Hurairah dan Anas bin Malik serta Abi Sa’id Al Khudri, mereka berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Akan keluar dari neraka seseorang yang di hatinya terdapat keimanan seberat semut kecil.”

Ini menunjukkan bahwa iman itu dapat bertambah dan dapat pula berkurang.

Firman Allah dalam surat Al Fath ayat 4, “Agar iman mereka bertambah di samping iman mereka yang telah ada.”

Firman Allah, “Orang-orang yang beriman adalah orng-orang yang apabila disebut Allah gemetar hatinya.” Hal ini mengenai sifat orang beriman, sedang orang beriman itu memang berbeda-beda dalam ketaatannya, adapun dalam iman tidak.

Dari Al Hasan, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepadanya, “Apakah engkau seorang mukmin?” dia berkata, “Iman itu ada dua macam, jika yang engkau tanyakan kepadaku itu mengenai iman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, surga dan neraka, kebangkitan dan hisab, maka aku adalah orang yang beriman. Tetapi jika engkau bertanya mengenai firman Allah ‘Innamal mu-minuuna…’ maka demi Allah, aku tidak mengetahui apakah aku termasuk mereka atau tidak.”

Penyebab doa tidak terkabul

Menurut Ibrahim bin Adham bahwa beberapa penyebab doa belum dikabulkan Allah adalah karena matinya hati dalam 10 hal berikut ini:

  1. Kamu mengenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-Nya.
  2. Kamu telah membaca Al Qur’an tetapi kamu tidak mau mengamalkannya.
  3. Kamu mengaku memusuhi setan tetapi kamu mematuhinya dan mengikutinya.
  4. Kamu mengatakan bahwa kamu adalah termasuk umat Muhammad tetapi kamu tidak mengamalkan sunahnya.
  5. Kamu mengaku akan masuk surga tetapi kamu tidak beramal untuk mendapatkannya.
  6. Kamu mengaku selamat dari siksa neraka tetapi kamu sengaja melemparkan dirimu ke dalamnya.
  7. Kamu mengatakan bahwa mati itu haq tetapi kamu tidak bersiap-siap menyambutnya.
  8. Kamu sibuk dengan cela-cela saudaramu tetapi kamu tidak mau memandang kepada cela-cela dari dirimu sendiri.
  9. Kamu makan kenikmatan dari Tuhanmu tetapi kamu tidak mau bersyukur kepadanya.
  10. Kamu telah menguburkan orang-orang matimu tetapi kamu tidak mau mengambil pelajaran dengan mereka.