Dahsyatnya Kekuatan Doa

Setiap manusia diharuskan untuk selalu berdo’a dan meminta kepada Allah. Hal ini adalah sebagai bentuk rasa butuh kita kepada Allah, dan menampakkan bahwa Allah itu Maha Kuasa.

Allah akan senang bila manusia selalu berdoa kepada-Nya, dan menyebut orang yang tidak meminta kepada-Nya sebagai orang yang sombong.

Keutamaan do’a orang yang teraniaya dan doa orang tua kepada anaknya

Rasulullah bersabda, “Tiga buah doa akan dikabulkan dengan tidak diragukan lagi: do’a orang tua kepada anaknya, do’a musafir dan do’a orang yang teraniaya.”

Sehingga diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Hati-hatilah engkau dari do’a orang yang teraniaya. Karena sesungguhnya tidak ada antara do’a itu dengan Allah sebuah penghalang pun. Allah mengangkat doa itu di atas awan dan membukakan pintu-pintu langit untuknya. Berfirmanlah Allah, ‘Demi Keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongnya walau setelah berselang waktu.’ Yakni Aku tidak akan menyia-nyiakan hakmu dan tidak akan menolak do’amu walaupun telah lewat yang panjang. Karena Aku Tuhan Yang Maha Penyantun, tidak akan menyegerakan hamba dengan siksa. Karena agar mereka mau kembali dari perbuatan aniaya dan dari dosa menuju langkah membuat ridha lawan dan bertaubat.”

Berdoa

Kisah hikmah mengenai keutamaan doa

Telah disebutkan mengenai keutamaan do’a, bahwa sesungguhnya Manshur bin Ammar pernah memberi nasehat pada manusia. Berdirilah seorang peminta-minta dan mintalah dia 4 dirham. Berkatalah Manshur, “Siapakah yang mau memberinya apa yang telah dmintanya, sehingga aku mendo’akannya dengan 4 macam doa. Ada seorang budak hitam di ujung masjid, tuan budak itu seorang Yahudi. Kebetulan dia memiliki 4 dirham yang telah dikumpulkannya. Berdirilah dia dan berkata, ‘Wahai Syaikh, aku akan memberinya 4 dirham dengan perjanjian engkau harus mendoakan aku dengan 4 macam doa yang aku katakan dan aku inginkan.’

Syaikh Manshur berkata, “Ya.” Maka diberikannya 4 dirham kepada peminta-minta itu. Berkatalah budak itu, “Wahai Syaikh, aku adalah seorang budak, maka doakanlah agar aku merdeka. Tuanku adalah seorang Yahudi, maka doakanlah agar dia masuk islam. aku adalah orang fakir maka do’akanlah aku supaya kaya, sehingga Allah menjadikan aku tidak memerlukan makhluk berkat karunia-Nya. Dan do’akanlah agar Allah mengampuni dosa-dosaku.”

Maka berdo’alah Syaikh Manshur untuk budak tersebut. ketika dia pulang dia melihat tuannya dan menceritakan padanya kejadian itu. Maka terkesanlah hati Yahudi dengan cerita itu dan berkata, “Aku benar-benar telah memerdekakan engkau dari hartku, dan sampai hari ini aku adalah tuanmu, tetapi mulai hari ini engkau adalah tuanku.”

Berkatalah Yahudi itu “Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa Rasuuluhuu. Dan aku akan membagi dua denganmu semua hartaku. Adapun hajatmu yang keempat, yaitu agar engkau diampuni, maka itu bukan menjadi kekuasaanku. Sebab jika tidak tentu aku akan mengampuni seluruhnya.”

Maka didengarnya suara hatif yang berkata dari atas sebuah sudut rumahnya, “Kami benar-benar telah memerdekakan engkau berdua dari neraka, dan mengampuni engkau nerdua dan kepada Manshur bersama engkau berdua.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin