Bahaya berbuat durhaka kepada suami

Seorang istri haruslah taat dan tidak berbuat durhaka kepada suaminya. Hal ini adalah sebuah perwujudan dari seorang istri shalih, karena istri shalihah merupakan perhiasan terindah.

Bila seorang istri berbuat durhaka kepada suami, maka dirinya akan dilaknat oleh Allah, dan Allah tidak akan memberinya ampunan sebelum dia dimaafkan oleh suaminya.

Diriwayatkan dari Salman Al Farisi bahwa Fathimah menghadap Rasulullah. Ketika dia memandang beliau kedua matanya mencucurkan air mata dan berubahlah rona mukanya. Bersabdalah Rasulullah, “Mengapa engkau, hai putriku?” Fathimah menjawab, “Ya Rasulullah, telah terjadi senda gurau antara aku dengan Ali tadi malam. Ada sebuah kata yang meluncur dari mulutku yang menimulkan dia marah. Setalah aku mengetahui bahwa Ali marah, menyesallah aku dan bersedih hati. Aku berkata kepadanya, ‘Duhai kekasihku, ridhalah engkau kepadaku?’

Kemudian Ali mengelilinginya sampai tujuh puluh dua kali agar dia menjadi ridha kepadaku dan dia malah tertawa di depanku dengan kelegaan hati. Tetapi aku tetap takut pada Tuhanku.”

Rasulullah kemudian bersabda, “Hai puteriku, demi Tuhan yang telah mengurusku dengan haq sebagai Nabi. Jika engkau mati sebelum engkau membuat ridha Ali tentu aku tidak mengerjakan shalat atas jenazahmu.” Kemudian beliau bersabda, “Hai puteriku, tidakkah engkau mengetahui bahwa ridha suami adalah ridha Allah dan kemarahan suami adalah juga kemurkaan Allah. hai puteriku, perempuan manapun yang beribadah dengan sebuah ibadah seperti ibadah Maryam puteri Imran, kemudian suaminya tidak ridha kepadanya maka Allah tidak akan menerimanya. Hai puteriku, yang paling utama di antara amal kaum perempuan adalah taat kepada suaminya. Sesudah itu tidak ada amal yang lebih utama bagi mereka daripada bertenun. Hai puteriku, duduk satu jam untuk menenun adalah lebih baik bagi mereka daripada ibadah satu tahun, dan ditulis untuk mereka dengan setiap jenis pakaian dari tenunannya pahala orang mati syahid. Hai puteriku, seorang perempuan apabila menenun sehingga dapat memberi pakaian suaminya dan anak-anaknya wajiblah masuk surga baginya, dan Allah akan memberinya dengan setiap baju kurung dari pakaiannya sebuah kota di surga.”