Adab-Adab Mengucapkan Salam

Menyebarkan salam merupakan sebuah keharusan dalam syariat islam, karena  di dalam salam itu terkandung makna mendoakan kebaikan.  Oleh karena itu, kita dalam kehidupan sehari-hari hendaklah selalu menyebarkan salam.

Bolehkah mengucapkan salam kepada orang yang sedang membaca Al Quran?

Hukumnya makruh tahrim kalau memberi salam dengan suara keras kepada orang yang sedang membaca Al Qur’an. Tetapi tetap hrus dijawab karena dia dapat menghasilkan dua pahala, pahala membaca Al Qur’an dan pahala menjawab salam.

Begitu pula makruh tahrim hukumnya mengucapkan salam kepada orang yang sedang mendengarkan Al Qur’an dan ketika sedang membicarakan ilmu.

Janganlah mengucapkan salam kepada seorang di antara orang-orang yang sedang membicarakan ilmu. Jika dia mengucapkan salam maka dia berdosa. Demikian pula ketika adzan dan iqamah. Menurut pendapat sahih dalam keadaan-keadaan seperti itu salam pun tidak wajib di jawab walaupun jawab itu dengan suara pelan.

Keutamaan membaca salam

Dari Anas bin Malik, dia berkata, “Aku telah mengabdi kepada Rasulullah selama sepuluh tahun. Beliau tidak pernah bersabda mengenai sesuatu yang telah aku kerjakan, ‘Mengapa engkau lakukan itu?’ dan tidak bersabda mengenai sesuatu yang tidak aku kerjakan, ‘Mengapa engkau tidak melakukan itu?’

Beliau pernah bersabda, ‘Hai Anas, aku mewasiatkan kepadamu sebuah wasiat, maka peliharalah wasiat itu dengan baik. Perbanyaklah shalat di waktu malam tentu malaikat-malaikat hafadhah mencintaimu. Ketika engkau masuk pada keluargamu ucapkanlah salam kepada mereka tentu Allah akan menambah kebaikanmu. Jika engkau mampu untuk tidak naik ke atas tempat tidur kecuali dalam keadaan suci, maka kerjakanlah itu. Karena jika engkau mati matilah engkau dengan syahid. Jika engkau keluar dari keluargamu maka ucapkanlah salam pada orang yang engkau jumpai tentu Allah akan menambah kebaikanmu? Muliakanlah orang-orang tua dari muslimin dan sayangilah orang-orang muda dari muslimin tentu aku dan engkau di surga seperti dua jari ini.” Beliau menjalinkan jari telunjuk dan jari tengah.

Dan ketahuilah hai Anas, bahwa sesungguhnya Allah ridha terhadap hamba sebab sebuah suapan yang dimakannya lalu dia memuji kepada Allah pada suapan itu, dan dengan seteguk air yang diminumnya lalu dia memuji Allah pada tegukan itu.”

Dari Ibnu Salam, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian manusia, syi’arkanlah salam, berilah makan (pada orang yang lapar) dan shalatlah di waktu malam sedang manusia tidur nyenyak, tentu kamu masuk surga.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin