Tegaknya dunia dengan 4 hal

Nabi Muhammad bersabda: “Tegaknya dunia adalah dengan empat hal, yaitu:

  1. Dengan ilmu ulama.
  2. Dengan keadilan para penguasa.
  3. Dengan kedermawanan orang-orang kaya.
  4. Dengan doa orang-orang fakir.

Seandainya tiada ilmu ulama niscaya binasalah orang-orang yang bodoh, seandainya tiada kedermawanan orang-orang kaya niscaya binasalah orang-orag fakir, seandainya tiada doa orang-orang fakir niscaya binasalah orang-orang kaya, dan seandainya tiada keadilan para penguasa niscaya binasalah sebahagian manusia makan sebahagian yang lain seperti srigala makan domba.”

Nabi Muhammad juga bersabda, “Barang siapa yang menginfakkan satu dirham atas orang yang mencari ilmu, maka seolah-olah dia telah menginfakkan sebesar Uhud emas merah di jalan Allah.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan shalat malam jama’ah bersama kaum muslimin selama 40 hari dan tidak ketinggalan satu rakaat pun, maka Allah akan menulis untuknya bebas dari kemunafikan.”

Nabi Muhammad juga bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan shalat subuh, kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah, maka Allah akan memberinya 70 buah gedung dari emas dan perak di surga Firdaus.”

Nabi Muhammad juga bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan shalat adalah seperti sebuah sungai yang mengalir di depan pintu seorang dari kamu. Dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih tersisa pada dirinya sebuah kotoran?” Para sahabat berkata, “Tidak.” Beliau bersabda lagi: “Demikianlah shalat. Ia mencuci segala dosa.”

Perangai ahli surga dan neraka

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menjadikan anak cucu Adam dalam delapan hal. Empat diantaranya untuk penghuni surga: Muka yang manis, lidah yang fasih, hati yang bertakwa dan tangan yang dermawan. Dan empat yang lain untuk penghuni neraka: Muka masam, lidah yang kotor, hati yang keras membatu dan tangan yang kikir.”

Nabi Muhammad bersabda, “Hati-hatilah terhadap 3 golongan dari manusia. Mereka adalah ulama yang lengah, orang-orang fakir yang berpura-pura dan ahli tasawuf yang bodoh.”