Sedekah di jalan Allah

Bersedekah di jalan Allah merupakan suatu perkara yang mulia dan dianjurkan sekali dalam agama islam. hal ini dikarenakan sedekah itu memiliki banyak sekali keutamaan. Di bawah ini adalah dalil dari Al Qur’an dan hadits yang menerangkan keutamaan bersedekah di jalan Allah.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 261: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.”

Ayat tersebut turun berhubungan dengan perihal Usman bin Affan dan Abdur Rahman bin Auf. Hal ini karena Rasulullah saw menganjurkan kaum muslimin untuk bersedekah sehubungan dengan rencana beliau berangkat ke perang Tabuk.

Datanglah Abdur Rahman bin Auf dengan membawa 4 ribu dirham. Berkatalah dia, “Ya Rasulullah, aku memiliki 8 ribu dirham. Lalu aku menahan yang 4 ribu dirham daripadanya untuk diriku dan keluargaku sendiri dan yang 4 ribu dirham aku hutangkan kepada Tuhanku.”

Maka bersabdalah Rasulullah, “Semoga Allah memberkati apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan itu.”

Usman bin Affan berkata, “Ya Rasulullah, aku menanggung perlengkapan orang-orang yang belum memiliki perlengkapan.” Lalu turunlah ayat di atas.

Sedekah

Al Kalabi dan Muqatil berkata, “Ayat ini turun sehubungan dengan perihal Ali bin Abu Thalib. Dia memiliki 4 dirham dan tidak punya yang lain. setelah turun ayat yang menganjurkan sedekah maka bersedekahlah dia dengan satu dirham pada malam hari, satu dirham di siang hari, satu dirham dalam samar dan satu dirham lagi dengan terang-terangan. Lalu turunlah ayat tersebut di atas.

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling utama di antara manusia di sisiku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.”

Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib, dia berkata bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, “Tiada sebuah doa kecuali antara doa itu dengan Allah terdapat penghalang sehingga pemiliknya membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Ketika dia mengerjakan itu robeklah penghalang itu dan dikabulkanlah doanya.”

Dari Anas, dia berkata bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, “Setelah Allah menciptakan bumi dan selalu bergoncang, maka Allah menciptakan gunung-gunung, dan diletakkannyalah gunung-gunung itu di atasnya sehingga bumi itu tenang. Kagumlah para malaikat dan bertanya, ‘Ya Tuhanku, apakah ada di antara makhluk-Mu yang lebih berat daripada gunung-gunung itu?’ Allah berfirman, ‘Ya ada, besi.’

Mereka bertanya lagi, ‘Apakah ada di antara makhluk-Mu yang lebih dahsyat daripada besi?’ Allah berfirman, ‘Ya ada, api.’ Mereka bertanya, ‘Ya Tuhanku, adakah di antara makhluk yang lebih dahsyat daripada api?’ Allah berfirman, ‘Ya ada, air.’ Mereka bertanya, ‘Ya Tuhanku, adakah diantara makhlk-Mu yang lebih dahsyat daripada air?’ Allah berfirman, ‘Ya ada, angin.’

Mereka bertanya, ‘Ya Tuhanku, adakah di antara makhluk-Mu yang lebih dashyat daripada angin?’ Allah berfirman, ‘Ya ada, anak cucu Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya, disamarkan sedekah itu sehingga tangan kirinya tidak mengetahuinya. Itulah yang lebih dahsyat daripada angin itu.”