Keutamaan dan Pentingnya shalat

Shalat merupakan perintah dari Allah yang harus dilaksanakan oleh umat islam. shalat juga merupakan suatu pembeda antara orang muslim dengan orang kafir. Shalat itu ada 2 macam, yaitu shalat fardhu dan shalat sunah.

Di bawah ini adalah kisah atau riwayat mengenai keutamaan shalat.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad bahwa ketika Allah menciptakan malaikat Jibril dalam bentuk seindah-indahnya dan menjadikan untuknya 600 buah sayap, sedang panjang setiap sayap adalah antara dunia timur dan barat, dipandangnyalah dirinya, lalu berkata, “Ya Tuhanku, apakah Engkau menciptakan bentuk yang lebih indah daripada bentukku ini?”

Allah berfirman, “Tidak.” Maka berdirilah malaikat Jibril dan bersembahyang dua rakaat karena bersyukur kepada Allah swt. berdirilah dia dalam setiap rakaat selama 20 ribu tahun.

Setelah dia selesai sembahyang Allah berfirman, “Hai Jibril, engkau telah beribadah kepada-Ku dengan sebenar-benar ibadah kepada-Ku, dan tidak ada seorangpun beribadah seperti ibadahmu ini. Tetapi bakal datang pada akhir masa seorang Nabi tercinta kepada-Ku bernama Muhammad. Dia mempunyai umat yang lemah dan berdosa. Mereka shalat dua rakaat disertai kelengahan dan kekurangan dalam waktu yang sangat singkat, lamunan yang banyak da dosa-dosa yang besar. Maka demi keagungan-Ku dan kemegahan-Ku, sesungguhnya shalat mereka lebih Aku cintai daripada shalatmu ini. Sebab shalat mereka atas perintahku sedang engkau shalat tanpa dengan perintah-Ku.”

Shalat

Jibril berkata, “Apa yang Engkau berikan kepada mereka, Ya Tuhanku dalam mengimbangi ibadah mereka itu?”

Allah berfirman, “Aku berikan kepada mereka surga Al-Ma’waa.” Lalu Jibril memohon ijin kepada Allah swt untuk dapat melihatnya dan Allah menginjinkan.

Datanglah Jibril dan membuka seluruh sayapnya kemudian terbang. Setiap dia membuka dua buah sayap dia menempuh jarak 3 ribu tahun perjalanan, dan setiap menutup dua buah sayap itupun dia menempuh jarak yang sama dengan itu.

Dia terbang dengan cara demikian dalam waktu 300 tahun. Maka lelahlah dia dan turun di bawah naungan sebuah pohon dan bersujudlah kepada Allah, seraya berkata dalam sujudnya, “Ya Tuhanku, apakah aku telah mencapai setengahnya, sepertiganya atau seperempatnya?”

Allah berfirman, “Hai Jibril, seandainya engkau terbang selama 300 ribu tahun, dan Aku memberimu kekuatan seperti kekuatanmu sekarang ini dan memberimu sayap-sayap seperti sayapmu ini, lalu engkau terbang seperti engkau terbang sekarang, tentu engkau tidak bisa mencapai sepersepuluh dari surga yang aku berikan kepada umat Muhammad dalam imbalan dua rakaat shalat mereka.”

Rasulullah bersabda, meriwayatkan dari Allah saw, Dia berfirman, “Tiga hal, barang siapa yang memeliharanya maka dia adalah wali-Ku dengan sebenar-benarnya, dan barang siapa yang menyia-nyiakannya maka dia adalah musuh-Ku dengan sebenar-benarnya.” Ditanyakan, “Ya Rasulullah, apa saja tiga hal itu?” Beliau bersabda, “Shalat, puasa dan mandi janabah.” Beliau bersabda lagi, “Ketiganya adalah amanat tentara Allah dan hamba-Nya.” Dan memerintahkan supaya memeliharanya.

Yang dimaksud memelihara adalah menegakkannya dalam waktunya dengan memenuhi fardhu-fardhu, dan sunat-sunatnya, sehingga apabila seorang laki-laki mengerjakan shalat bukan pada waktunya maka benar-benar dia telah menyia-nyiakan shalat itu. Berdasarkan hadits sahih bahw Nabi Muhammad bersabda:

“Pada malam aku diisra’kan ke langit aku melihat beberapa orang laki-laki dan perempuan dipukul pada kepalanya lalu mengalirlah otak-otak mereka seperti sungai besar. Mereka berteriak, “Aduh celakaku, aduh kebinasaanku.” Aku bertanya kepada Jibril, “Siapakah mereka itu?” Dia menjawab,”Yaitu orang-orang yang mengerjakan shalat tidak pada waktunya.”

Sedang dalil yang menunjukkan hal itu adalah firman Allah dalam surat Maryam ayat 59, “Maka datanglah setelah mereka pengganti-pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti nafsu.”

Demikian pula jika tidak mengerjakan shalat secara berjamaah. Sebagaimana yang diriwayatkan di bawah ini.

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad. Berkatalah dia, “Aku telah bermimpi dalam tidurku, seakan-akan di sebelah tanganku ada dua puluh dinar dan pada tangan yang lain hanya ada empat dinar. Lalu jatuhlah 20 dinar dari tangaku dan menjadi merah empat dinar itu.”

Nabi Muhammad bersabda, “Apakah engkau mengerjakan shalat isya berjamaah?” Dia menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda lagi, “Yang jatuh itu adalah pahala jamaah yang kamu lewatkan, sedang yang empat maka adalah shalat yang engkau kerjakan di rumah dan tidak diterima darimu.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu nur baginya, petunjuk jalan dan keselamatan di hari kiamat. barang siapa yang tidak memeliharanya maka tidaklah menjadi nur, petunjuk jaldan atau penyelamat.”

Shalat yang tidak diterima Allah

Nabi Muhammad bersabda, “Sepuluh golongan, Allah tidak menerima shalat mereka, yaitu:

  1. Seorang laki-laki yang mengerjakan shalat sendirian tanpa membaca Al Fatihah.
  2. Laki-laki yang mengerjakan shalat tetapi tidak memenuhi zakatnya.
  3. Laki-laki yang menjadi imam pada sebuah kelompok orang, sedang mereka tidak menyukainya.
  4. Laki-laki budak yang melarikan diri.
  5. Laki-laki peminum khamer yang telah menjadi kebiasaan.
  6. Perempuan yang suaminya merasa jengkel padanya.
  7. Perempuan yang shalat tanpa memakai tudung kepala.
  8. Penguasan yang sewenang-wenang lagi menyeleweng.
  9. Laki-laki pemakan riba.
  10. Laki-laki yang shalatnya tidak dapat mencegahnya dari keji dan mungkar.

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang shalatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka tidaklah shalatnya itu menambah dirinya dengan Allah kecuali kemurkaan dan bertambah jauh.”

Menurut Al Hasan bahwa apabila shalatmu tidak dapat mencegahmu dari perbuatan keji, engkau bukanlah orang yang shalat, dan shalatmu itu akan dikembalikan kepadamu di hari kiamat pada wajahmu seperti kain kasar lagi kumal.