Bukti-Bukti Kekuasaan Allah

Allah itu Maha Kuasa dan Maha bijaksana. Apabila kita bertafakur atau melihat keadaan sekeliling kita, maka kita akan melihat berbagai bentuk kekuasaan Allah. di bawah ini adalah riwayat mengenai bukti-bukti kekuasaan Allah.

Diriwayatkan bahwa Allah ketika hendak menciptakan langit dan bumi Dia menciptakan mutiara hijau beberapa kali lipat besar bumi dan langit. Kemudian memandangnya dengan pandangan yang penuh kewibawaan. Maka mutiara itu berubah menjadi air. Kemudian Allah memandang air itu dan mendidihlah serta mengeluarkan buih, asap dan uap, bergoncanglah dia karena takut kepada Allah. karena itulah air tersebut akan tetap bergelombang sampai hari kiamat.

Allah menciptakan langit dari asap air itu, dan menciptakan bumi dan buihnya. Kemudian mengutus malaikat dari bawah Arasy dan turunlah dia ke bumi sehingga dia masuk di bawah ke tujuh buah bumi. Diletakkannyalah bumi di atas pundaknya, sedang sebelah tangannya di dunia timur dan sebelah lagi di dunia barat.

Dibentangkannyalah kedua belah tangannya itu dengan erat digenggamnya bumi yang tujuh ini. Tetapi dia tidak mempunyai tempat berpijak untuk kedua telapak kakinya. Maka Allah menurunkan seekor sapi dari Firdaus yang mempunyai 70 tanduk dan 40 ribu kaki. Allah meletakkan tempat berpijak malaikat pada punuk punggungnya, ternyata kedua telapak kaki malaikat tidak dapat menetap. Maka Allah menurunkan sebuah mutiara yaqud hijau dari tingkat surga yang tertinggi yang besarnya 500 tahun perjalanan.

Diletakkanlah mutiara itu di atas punuk dan ekornya. Lalu menetaplah kedua telapak kaki malaikat. Tanduk-tanduk sapi itu keluar dari daerah-daerah permukaan bumi, tetapi sapi itu berada di lautan dan dia bernafas dalam sehari dua kali. Setiap dia bernafas pasanglah air laut dan ketika menahan nafas surutlah air laut. Sapi itu belum mempunyai tempat berpijak untuk kaki-kakinya, maka Allah menciptakan batu besar sebesar 7 langit  dan 7 bumi. Barulah kaki-kaki sapi itu dapat menetap di atas batu-batu besar itu. Tetapi batu besar itu sendiri belum mempunyai tempat berpijak, maka Allah menciptakan Nuun, sebuah ikan besar yang bernama Nuun, berkunyah Yalhub dan berlaqab (julukan) Yahmut.

Allah meletakkan batu di atas punggungnya sedang seluruh tubuhnya kosong tidak terdapat sesuatu yang digunakan bersandar. Ikan itu berada di laut, sedang laut berada di pusaran angin dan angin berada dalam kekuasaan Allah.

Ka’ab Al Akhbar berkata, “Sesungguhnya Iblis telah masuk pada ikan itu, yang di atas punggungnya terletak bumi seluruhnya, pepohonan, binatang-binatang dan lainnya. iblis berkata padanya, ‘Lemparkanlah semua beban yang ada di punggungmu.’ Kata Ka’ab, “Ikan itu sudah bermaksud untuk mengerjakan bujukan Iblis. Maka Allah mengutus seekor binatang dan masuklah binatang itu ke dalam hidungnya dan sampai pada otaknya. Berteriaklah ikan itu kepada Allah akibat ulah binatang tersebut, dan Allah mengijinkan binatang itu keluar dan keluarlah ia.”

Ka’ab juga berkata, “Ikan itu selalu memandangnya dan binatang itu juga demikian. Jika ikan itu berbuat sesuatu yang mencurigakan maka binatang itu kembali seperti semula. Demikian seterusnya. Ikan inilah yang digunakan Allah bersumpah dalam firman-Nya:

“Nuun, demi kalam dan demi apa yang mereka tulis.” (Al Qalam ayat 1)