Syarat Sah Puasa Ramadhan

Syarat (materil) sah nya puasa itu ada empat, yaitu:

Islam

Yang menjadi dasar ialah ijma

Berakal

Yang dimaksud berakal disini ialah tamyiz berdasarkan hadits Ali bin Abi Thalib: Qalam diangkat (tidak da taklif) dari tiga orang, yaitu: dari anak kecil sampai baligh, dari orang yng sedang tidur sampai bangun, dan dari orang yang hilang akalnya sampai dia sadar.

Suci dari (misalnya) haid dan nifas

Hal ini berdasarkan hadits Abi Sa’id al Khudry: Nabi Muhmmad bersabda, “Bukankah perempuan apabila haid tidak shalat dan tidak puasa?” (HR Bukhari)

Meyakini atau menduga dengan kuat bahwa itu dapat dipergunakan atau tidak untuk berpuasa, atau berpuasa pada hari itu tidak diharamkan

Yang dimaksud dengan waktu berpuasa ialah mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, berdasarkan firman Allah, “Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam.”

Hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa ialah hari tasyrik dan kedua hari raya.

Hadits Ibnu Umar dari Siti Aisyah, “Pada hari tasyrik tidak diperbolehkan berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan hadiah.”

Hadits Abi Sa’id: Nabi Muhammad melarang untuk berpuasa pada hari raya Idul Ditri dan Idul Adha (kurban).

Demikianlah penjelasan mengenai syarat sah puasa, semoga uraian singkat di atas dapat bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat.