Saktah Dalam Shalat (Diam sejenak dalam shalat)

Pemberhentian (saktah) dalam shalat ada 6, semuanya tergolong kepada sunat haeat shalat dan dilakukan seukuran membaca Subhanallah. Saktah-saktah itu adalah sebagai berikut:

Antara takbiratul ihram dengan doa iftitah

Setelah kita melakukan takbiratul ihram, kita berhenti sejenak sebelum melanjutkan membaca Fatihah atau doa Iftitah, inilah yang disebut saktah (pemberhentian). Saktah ini sunat dilakukan berdasarkan hadis Samuroh.

Dari Sumaroh, ia berkata: Ada dua saktah yang saya tahu dari Rasulullah tetapi ditolak oleh Imron bin Husen, ia berkata, “Saya hafal satu saktah, kemudian saya mengirim surat kepada Ubay bin ka’ab di Madinah. Ubay menjawab surat saya dan mengatakan Samuroh lah yang hafal, Sa’id berkata: Saya bertanya kepada Qatadah, apa kedua saktah itu? Sa’id menjawab: dimana seseorang masuk dalam shalat dan Imam selesai dari bacaan. Kemudian ia berkata lagi dan dimana bacaan waladh dhaalliin, ia berkata Qotadah senang sekali melakukan saktah dimana selesai dari bacaan sehingga nafasnya kembali.

Antara doa iftitah dan ta’awwudz

Antara ta’awwudz dengan Fatihah.

Antara akhir surat Al Fatihah dengan bacaan amiin.

Antara bacaan amiin dengan surat.

Antara surat dengan ruku’ yaitu antara surat dengan takbir intiqol (berpindah) ketika hendak ruku’.

Di antara bacaan-bacaan tadi hendaklah kita berhenti sejenak untuk membedakan bacaan yang satu dengan bacaan yang lainnya, terutama antara bacaan yang termasuk Al Qur’an dengan bacaan yang bukan Al Qur’an, seperti antara akhir surat dengan lafadh amiin.