Istinja dan adab buang air

Istinja’ ialah menghilangkan najis dari kencing atau kotoran yang keluar dari 2 jalan (kubul dan dubur), dengan air atau batu. Sehingga hilang najisnya sama sekali, baik warna, bau atau rasanya.

Cara ber istinja’ yang sempurna ialah dengan menggunakan batu (benda keras lainnya), setelah itu baru dicuci dengan air. Tetapi dengan menggunakan air adalah lebih utama (afdhal).

Buang air kecil dan buang air besar yang sopan

Dalam hal membuang air (buang air kecil atau kencing maupun buang air besar), kita harus berlaku sopan. Adapun adab buang air di dalam ajaran islam ialah:

  1. Jangan buang air di lubang-lubang tanah, sebab mengganggu binatang-binatang yang ada di dalamnya.
  2. Jangan buang air di tempat-tempat umum, seperti tempat pemberhentian kendaraan, sebab dapat mengganggu orang lain.
  3. Jangan bicara selagi buang air.
  4. Jangan buang air di air yang tenang.
  5. Mendahulukan kaki kiri ketika memasuki jamban (WC) dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari jamban.
  6. Ketika memasuki jamban (WC) mengucap:

بِسْمِ اللّٰهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَاءِثِ

Bismillaahi Allaahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaa-itsi

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari gangguan setan, laki-laki dan perempuan.”

7. Ketika keluar dari jamban (WC) mengucapkan:

غُفْرَانَكَ اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى الْاَ ذَى وَعَافَانِى

Ghifraanaka, Alhamdu lillaahil ladzii adz-haba ‘anil adza wa’aa faanii.

”Aku mohon ampun kepada-Mu , ya Allah. segenap puji bagi Allah yang telah melenyapkan bahaya itu dari diriku dan menyehatkan badanku.”

8. Jika ber istinja’ hendaklah dengan tangan kiri, dan mencuci tangan keduanya setelah ber istinja’.

9. Menjauhkan dari penglihatan orang, sehingga tidak ada orang yang melihat atau mendengar suara keluarnya isi perut, ataupun mencium baunya.