Sabar Dalam Menghadapi Masalah dan Ujian Hidup

Kita harus selalu bersabar dalam menghadapi setiap masalah, ujian, dan bencana. Kita harus meyakini bahwa itu semua adalah datangnya dari Allah.

Sabar itu berarti menahan hati dari mengeluh dan gelisah. Disebutkan dalam hadis yang dikemukakan oleh As Suhaimi dalam Lubatut Thalibin, “Sebenarnya besarnya balasan itu beserta besarnya bencana, dan sesungguhnya Allah itu jika mencintai suatu kaum maka Dia mencoba mereka, siapa rela maka dia mendapatkan kerelaan, dan siapa yang marah, maka dia mendapatkan kemarahan.”

Diriwayatkan dari Nabi Saw bahwasanya beliau bersabda:

Allah Ta’ala berfirman, “Apabila Aku hadapkan pda seorang hamba dari hamba-hamba-Ku berupa musibah pada dirinya (jiwanya) dan hartanya atau anak-anaknya lalu dia menerima hal itu dengan sabar dan baik, maka Aku merasa malu untuk menegakkan timbangan amal atyau membuka catatan kitab perbal amal padanya pada hari kiamat.”

Bersabar menghadapi musibah adalah seperti tertimpa sakit, kelaparan, takut diancam musuh, kematian orang yang dicintai seperti anak atau istri, kehabisan harta, diintimidasi orang, dan lainnya. disebutkan dalam hadis yang tercantum dalam kitab Al Jami’us Saghir:

Siapa tertimpa suatu musibah lalu dia ingat pada musibahnya dan mengucapkan istirja’ sekalipun mendatangi, maka Allah menetapkan baginya pahala yang sama pada hari tertimpa musibah.

Sementara orang-orang arif mengatakan bahwa sabar itu ada tiga tingkatan, yaitu:

  1. Meninggalkan pengaduan (mengeluh) yang disebut sabar baik, inilah derajat tabi’in.
  2. Rela terhadap takdir, inilah derajat orang-orang zuhud.
  3. Mencintai apa yang diperbuat Yang Maha Menguasai, inilah derajat pada shadiqin.