Perhitungan Amal dan Timbangan di Hari Kiamat

Hari kiamat pasti akan tiba, dan setiap amal dan perbuatan manusia selama hidup di dunia akan dipertanggungjawabkan, dan akan dihisab atau ditimbang.

Allah berfirman dalam surat At Taghabun ayat 9:

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun Kami pasti mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan.”

Sebagian mereka ada yang dihisab dengan hisab yang berat di hadapan orang banyak, segala amalnya terbongkar untuk disaksikan. Itulah orang yang diberikan kitab perbal amalnya pada hari kiamat yang telah ditulis oleh malaikat Hafadhah selama hidupnya dari belakang punggungnya. Mereka adalah orang kafir dan munafik. Lalu tangan kanannya dibelenggu pada lehernya dan tangan kirinya ditempelkan pada belakang punggungnya untuk menerima kitab perbal lainnya.

Diantara mereka ada orang yang tidak dihisab melalui malaikat atau yang lain lantaran menutupi kejelekannya. Tetapi dihisab langsung oleh Allah dan tidak dilihat oleh siapapun. Allah memperlihatkan amalnya seraya mengatakan, “Inilah amalmu yang kamu perbuat sewaktu di dunia Aku tutupi dan Aku ampuni!” Dialah yang pada hari itu diberikan kitab perbal amalnya dari mukanya, dia adalah orang mukmin yang taat.

Buku-buku catatan atau perbal amal sesudah manusia mati ditempatkan di gudang yang berada di bawah “Arasy”. Apabila para manusia sudah di tempat menunggu pengadilan Allah, maka Allah menghembuskan angin yang keras dan menerbangkan kitab (buku-buku) perbuatan amal. Lalu setiap buku perbal amal itu menempel pada leher-leher orang yang memiliki amal, dan tidak akan menempel pada leher orang lain. kemudian diambil oleh malaikat dari masing-masing leher diberikan pada pemiliknya dan diterima dengan tangan mereka.

Orang yang pertama kali menerima buku perbal amal dengan tangan kanannya ialah Umar bin Khaththab. Bukunya bersinar bagaikan sinar matahari. Sedangkan Abu Bakar menjadi pemimpin 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab. Mereka tidak mengambil buku perbal amalnya. Penerima kitab perbal amal setelah Umar bn Khaththab adalah Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Al Makhzumi. Adapun orang pertama kali menerima buku perbal amalnya dengan tangan kiri adalah saudara Abdullah yaitu Al Aswad bin Abdul Asad. Jika para manusia telah menrima kitab perbal amalnya, mereka dapat melihat huruf-huruf catatannya menjadi terang atau gelap sesuai dengan amal kebaikan dan kejahatan.