Iman Kepada Malaikat

Malaikat itu banyak sekali jumlahnya, hanya Allah lah yang mengetahuinya, mereka itu bermacam-macam keadaan, tugas dan bentuknya, diantaranya ialah:

Malaikat Hamalatul Arsyi

Yaitu para malaikat pemikul Arasy. Malaikat ini merupakan tingkatan tertinggi dan pertama kali diciptakan. Mereka di dunia ada empat dan di hari kiamat kelak delapan. Bentuknya seperti kambing, antara tapak kaki sampai lututnya dapat ditempuh perjalanan tujuh puluh tahun bagai burung yang cepat terbangnya.

Adapun sifat Arasy sebagaimana disebutkan adalah benda hijau, yaitu merupakan makhluk Allah yang terbesar. Setiap hari dikenakan seribu macam warna dari cahaya. Makhluk-makhluk Allah Ta’ala tidak akan mampu memandang kebesaran Arasy itu. Seluruh makhluk di dalam Arasy itu bagaikan kolong yang terletak di tanah lapang. Disebutkan pula, bahwa Arasy itu menjadi kiblat penduduk langit, sebagaimana Ka’bah menjadi kiblat penduduk bumi.

Malaikat Haaffun

Yaitu para malaikat yang mengelilingi Arasy.

Imam Wahab bin Munabbih berkata, “Bahwasanya di sekitar Arasy itu ada 70.000 barisan malaikat. Satu baris di belakang barisan itu berhadap-hadapan. Mereka sama membaca tahlil, yang lain membaca takbir. Di belakang 70.;000 barisan malaikat itu terdapat 70.000 barisan malaikat yang sama berdiri, tangannya dikalungkan pada lehernya dan diletakkan pada pundak-pundak mereka. Apabila mereka mendengar bacaan takbir dan tahlil para malaikat yang sedang thawaf tadi dengan mengeraskan suaranya, maka mereka mengucapkan:

Subhaanakallaahumma wabihamdika maa a’dhamaka wa ahlamaka antallaahu laa ilaaha ghairuka, antal akbaru wal khalqu kulluhum laka raaji’uun.

Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji kepada-Mu. Alangkah ke-Agungan-Mu dan ke-Arisan-Mu. Engkaulah Allah, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau Maha Besar dan seluruh makhluk kembali kepada-Mu.”

Di belakang 70.000 barisan malaikat yang berdiri, ada 100.000 barisan malaikat lagi, mereka meletakkan tangan kanannya dengan tangan kirinya dengan membaca tasbih. Antar satu sayap jaraknya perjalanan 800 tahun. Antara daun telinga dengan pundaknya jaraknya perjalanan 400 tahun.

Allah Ta’ala membuat tabir antara para malaikat yang berada di kanan kiri Arasy itu dengan 70 tabir dari cahaya, 70 tabir dari gelap, 70 tabir dari intan putih, 70 tabir dari air, dan 70 tabie dari kesejukan, yang hanya diketahui oleh Allah.

Malaikat Ruhaniyyun

Yaitu malaikat bangsa ruhani, mereka berada di bumi putih seperti marmer, luasnya seluas perjalanan matahari 40 hari. Panjangnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. suara mereka sangat ramai dengan bacaa tasbih dan tahlil. Andaikata suara mereka dibuka dan diperdengarkan pada penduduk bumi maka mereka sungguh hancur karena kerasnya suara itu. Pangkal barisan malaikat ruhani itu adalah hingga sampai pada para malaikat pemikul Arasy.

Malaikat Karabiyyun

Adalah kepala-kepalanya para malaikat, yang berada di sekitar Arasy.

Malaikat Safarah

Yaitu para malaikat yang menjadi penghubung antara Allah dengan para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka inilah yang menyampaikan perintah-perintah Allah melalui wahyu, ilham dan mimpi yang baik kepada para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka juga sebagai penghubung antara Allah dengan para makhluk-Nya, mendatangkan bukti ciptaan Allah.

Malaikat Safarah ini ada empat, yaitu Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail. Jibril ialah malaikat yang turun kepada Nabi, Mikail bertugas mengatur hujan, Israfir bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat sehingga para makhluk menjadi mati, dan meniup kembali untuk menghidupkan orang yang sudah mati. kemudian seluruh nyawa kembali kepada tubuhnya masing-masing. Izrail bertugas mencabut nyawa. Apabila seorang hamba telah sampai ajalnya, maka Allah memerintahkan malaikat juru pati mencabut nyawa seorang hamba.

Malaikat juru pati mempunyai pembantu malaikat yang diperintah untuk mencabut nyawa seorang hamba dari tubuhnya. Jika nyawa telah sampai kerongkongan lalu dikerjakan sendiri oleh malaikat juru pati. Keluarnya nyawa melalui ubun-ubun sebagaimana masuknya nyawa juga melalui ubun-ubun. Adapun terbukanya mulut seseorang yang kedatangan maut sewaktu akan keluarnya nyawa ada yang mengatakan adalah karena gawatnya apa yang dilihat ketika itu.

Malaikat Hafazhah, yaitu malaikat yang menjaga dan mengawal setiap orang.

Muhammad Al Khalili berkata, diriwayatkan:

Bahwa sahabat Utsman bin Affan bertanya kepada Nabi saw, “Berapakah malaikat yang menjaga manusia?” Nabi menjawab, “Ada 20 malaikat, ada seorang malaikat yang berada di sebelah kanan kamu mencatat amal kebaikanmu. Malaikat ini lebih dipercaya oleh malaikat yang ada di sebelah kirimu. Jika kamu melakukan amal kebaikan, maka dicatat 10. Apabila kamu melakukan kejelekan, maka malaikat yang berada di sebelah kiri berkata kepada malaikat yang kanan, ‘apakah saya tulis?’ yang kanan menjawab, ‘biarkan dulu selama tujuh jam, barangkali dia bertaubat’. Jika seorang hamba itu tidak bertaubat, maka malaikat sebelah kanan mengatakan, ‘tulislah!’ nama malaikat sebelah kanan adalah Raqib, yaitu bertugas mencatat amal kebaikan seorang hamba. Sedangkan yang sebelah kiri bernama malaikat Atid, bertugas mencatat amal kejahatan seorang hamba. Ada dua orang malaikat lagi yang berada di muka dan di belakang kamu. Ada lagi seorang malaikat yang menguasai ubun-ubun kamu. Jika kamu merendahkan diri kepada Allah, maka ditinggikanlah derajatmu. Jika kami menyombingkan diri kepada Allah, maka ia akan merusak kamu dengan merusak agamamu. Dua malaikat pada kedua bibir kamu, keduanya tidak menjaga kamu melainkan kamu membaca shalawat atas Nabi saw. Seorang malaikat yang menjaga mulutmu,  sehingga ular dan serangga tidak akan masuk pada mulutmu. Dua malaikat lagi yang menjaga matamu. Ada yang mengatakan namanya Syuyah. Semunya itu berjumlah sepuluh malaikat untuk menjaga setiap manusia. Kemudian para malaikat yang bertugas malam hari turun untuk menggantikan para malaikat yang bertuga siang hari. Jadi seluruhnya berjumlah dua puluh.”

Allah berfirman dalam surat Ar Ra’d ayat 11, “Bagi manusia ada malaikat-malaiakt yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.”

Malaikat Katabah

Yaitu para malaikat yang memindahkan ketetapn-ketetapan dari Lauh Mahfudh, yaitu para malaikat-malaikat yang mulia-mulia sebagai penulis.

Di antara para malaikat ada yang memiliki dua sayap, tiga sayap dan empat sayap bahkan ditambah lebih banyak legi oleh Allah sesuai kehendak-Nya.

Allah telah berfirman dalam surat Al Infithar ayat 10-12, “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasimu yang mulia di sisi Allah dan yang mencatat (pekerjaan) mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Para malaikat itu seluruhnya diciptakan oleh Allah sebagai hamba-Nya. Mereka tidak mengucapkan sesuatu jika Allah tidak mengatakannya. Seperti kebiasaan para budak yang dididik budi pekerti.

Para malaikat tidak bersifat laki-laki atau perempuan. Maka siapa yang beri’tikad malaikat itu perempuan atau banci dia adalah kafir bedasarkan kesepakatan ulama. Siapa yang beri’tikad kalau malaikat itu laki-laki dia adalah fasik. Malaikat juga tidak mempunyai syahwat atau nafsu.

Tingkatan nafsu

Ada tujuh tingkatan nafsu, yaitu:

Nafsu Ammarah

Tempatnya ada di dada, rangkaiannya adalah kikir, loba terhadap dunia, dengki, bodoh, sombong, syahwat dan marah.

Nafsu Lawwamah

Tempatnya di hati, yaitu di bawah puting payudara kiri kira-kira dua jari. Termasuk nafsu lawwamah ialah senang mencela, senang menipu, mengagumi diri, menuturkan kejelekan orang lain, pamer, aniaya, dusta dan lalai.

Nafsu Mulhimah

Tempatnya adalah ruh di bawah puting payudara yang kanan sekitar dua jari. Termasuk nafsu mulhimah ialah sakhawah (derma), menerima yang ada, aris, merendahkan diri, taubat, sabar, dan tabah menderita.

Nafsu Muthmainnah

Tempatnya dekat dengan puting payudara kiri kira-kira dua jari ke arah dada. Yang termasuk muthmainnah adalah pemurah, tawakal, ibadah, syukur, ridha, dan takut kepada Allah.

Nafsu Radhiyah

Tempatnya pada sirrus air, maksudnya pada kerangka tubuh. Contohnya ialah sosial, zuhud, perwira, riyadlah (berlatih), dan menepati janji.

Nafsu Mardhiyyah

Tempatnya samar, yaitu di dekat susu kanan sekitar dua jari ke arah tengah dada. Yang mengikuti nafsu mardhiyyah ialah perkerti yang baik, meninggalkan selain Allah, mencintai hamba Allah, condong pada hamba Allah untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan watak dan nafsu mereka.

Nafsu Kamilah

Tempatnya lebihs amar yaitu di tengah dada. Yang mengikuti nafsu kamilah ialah ilmu yaqin, ‘ainul yaqin dan haqqul yaqin.

Para malaikat tidak ber bapak dan beribu, karena malaikat adalah jisim dari cahaya pada umumnya. Terkadang malaikat itu terjadi dari tetesan air Jibril, setelah Jibril mandi dari sungai di bawah Arasy.

Rasulullah bersabda:

“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, Adam diciptakan dari bahan yang telah diterangkan kepadamu (tanah)”

Para malaiakt dapat bertasyakul, yaitu berubah-ubah bentuknya. Mereka tidak makan dan tidak tidur. Dalil bahwa malaikat tidak pernah tidur adalah firman Allah dalam surat Al Anbiya ayat 20, “Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

Tidur adalah kendornya otot tetapi akalnya masih tetap. Seluruh malaikat juga tidak ada yang maksiat kepada Allah. mereka semua melakukan apa saja yang diperintahkan.

Allah berfirman dalam surat An Nahl ayat 50, “Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksaankan apa yang diperintahkan (kepada mereka).”

Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 26-27:

“sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.”

Maksudnya bahwa para malaikat adalah hamba-hamba Allah yang mulis, kecuali mereka terpelihara dari maksiat, tidak pernah mendahului Allah dengan perkataan, mereka melakukan segala yang diperintahkan oleh Allah. hal ini karena malaikat sangat memperhatikan Allah. mereka mengumpulkan ketaatan dengan ucapan dan perbuatan. Dengan demikian maka malaikat sangat taat kepada Allah Ta’ala.

Mencintai para malaikat termasuk syarat sahnya iman, dan membenci malaikat adalah kufur, berdasarkan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 285:

“Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.”

Surat An Nisa ayat 136:

“Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kotab-Nya, rasul-rasul-Nya dna hari kiamat, maka ia pun telah sesat sejauh-jauhnya.”

Al Baqarah ayat 96:

“Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaika-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah menjadi musuh orang-orang yang kafir.”