Bersabar Dalam Ketaatan

Sebagai umat muslim dan hamba yang dhaif di hadapan Allah, maka kita harus selalu bersabar dalam menghadapi setiap ujian, cobaan, dan musibah, dan meyakini bahwa semua itu datangnya dari Allah.

Kita juga harus selalu sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. artinya selalu ridha dan ikhlas ketika melaksanakan setiap perintah dan kewajiban Allah.

Sabar dalam melaksanakan ketaatan itu adalah menahan hati untuk selalu melaksanakan sulitnya ketaatan.

Kita juga harus sabar dalam menghadapi kemaksiatan, yaitu menahan hati terhadap sulitnya meninggalkan kemaksiatan.

Menurut Ibnu Qayyim, dari aspek hukum sabar itu terbagi menjadi lima, yaitu:

  1. Wajib, bersabar melakukan kewajiban dan meninggalkan yang diharamkan serta menanggung musibah.
  2. Sunah, bersabar melakukan keusnahan dan meninggalkan yang dimakruhkan (dibenci).
  3. Haram, yaitu bersabar meninggalkan makan hingga mati, atau bersabar tenggelam atau terhadap orang kafir yang akan membunuhnya.
  4. Makruh, yaitu bersabar sedikit sekali dalam makan dan berhajat menggauli istrinya.
  5. Mubah, yaitu bersabar untuk memilih antara memperbuat atau meninggalkan sesuatu.