Pentingnya Keikhlasan Dalam Beribadah

Ketika kita melakukan ibadah, baik itu shalat atau amal kebaikan yang lain hendaklah dilakukan secara ikhlas. Yaitu beramal dan beribadah itu semata-mata hanya karena Allah. jangan sampai menuntut pahala dan jangan pula meminta dijauhkan dari neraka.

Yang utama dalam beribadah dengan melepaskan harapan menuntut pahala, walaupun  ibadah kepada Allah yang disertai harapan menuntut pahala itu juga sah, sebagaimana faidah yang dikemukakan oleh Ibnu Hajar dalam Tuhfah. Diriwayatkan dari Nabi Saw, bahwasanya beliau bersabda:

“Murnikanlah agamamu maka sedikitnya amal cukup bagimu.”

Rasulullah juga bersabda, “Ikhlaskanlah amal-amal kamu semua karena Allah, karena Allah tidak akan menerima amal kecuali yang ikhlas.”

Imam Ma’ruf Al Khurki mengatakan, “Siapa beramal karena mencari pahala, maka dia termasuk para pedagang. Siapa beramal karena takut dari siksa neraka, maka dia termasuk budak. Dan siapa beramal karena Allah, maka dia termasuk golongan orang-orang yang merdeka.”

Syeikh Nashr bin Muhammad As Samarqindi dalam Tanbihul Ghafilin mengatakan bahwa Al Faqih berkata, “Siapa menginginkan untuk memperoleh pahala amalnya di akhirat, maka sebaiknya amalnya diikhlaskan karena Allah semata tanpa riya’ (pamer). Kemudian lupakanlah amal itu supaya tidak menimbulkan ujub (mengagumi diri). Sebab dikatakan, bahwa memelihara ketaatan itu lebih berat daripada melakukannya.”