Maksiat Hati dan Sifat-Sifat Tercela

Setiap orang haruslah menjaga hatinya, jangan sampai hatinya kotor dan berbuat maksiat kepada Allah. ada beberapa perbuatan yang bisa mengotori hati, atau dengan kata lain bisa dikategorikan maksiat hati, yaitu:

Ragu terhadap adanya Allah

Maksudnya dia ragu tentang wujud Allah dengan Zat-Nya yang qadim (terdahulu) dan terhadap sifat-sifat Allah yang wajib.

Merasa aman dari siksa Allah

Maksudnya bahwa seseorang tidak merasa takut terhadap siksa Allah, sehingga ia terus-menerus melakukan perbuatan maksia dan mengandalkan akan mendapat rahmat dan ampunan-Nya. Dalam mensifat orang semacam ini Allah berfirman dalam surat Al A’raf ayat 99:

“Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”

Dan dalam hadis Nabi Saw:

“Apabila kamu melihat Allah memberikan apa saja yang disenangi seorang hamba, sedangkan ia senantiasa bermaksiat kepada-Nya, maka ia hanyalah merupakan istidraj (bombongan).”

Makrullah = rekadaya Allah, maksudnya adalah mengikutinya kenikmatan pada seorang hamba yang bertentangan terhadap perintah Allah, dan keadaan hamba itu jelek kelakuannya terhadap Allah, serta nampaknya kemuliaan yang tidak disertai kesungguhan melaksanakan keta’atan.

Putus asa terhadap rahmat Allah

Maksudnya ia putus harapan kepada Allah, tidak mau bertaubat memohon ampun kepada-Nya, karena ia mengira kalau Allah tidak akan menerima taubatnya dan tidak mau mengampuninya. Putus asa terhadap rahmat Allah itu tidak boleh sekalipun ia telah melakukan perbuatan dosa besar.

Allah berfirman dalam surat Az Zumar ayat 53:

Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku, yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Mah Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 56:

“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.”