Ibadat Puasa

Memperbanyak Puasa Sunah

Kita sebaiknya memperbanyak puasa sunah, terutama pada hari-hari utama yang disyariatkan, seperti:

  1. Hari Arafah, yaitu tanggal 9 dzulhijjah bagi selain orang yang sedang haji dan musafir.
  2. Hari Tasu’a dan ‘Asyura, yaitu tanggal 9 dan 10 bulan muharam.
  3. Hari senin dan kamis.
  4. Enam hari bulan syawal.
  5. Bulan rajab dan sya’ban.

Demikian berdasarkan hadis-hadis yang disebutkan Ibnu Hajar Al ‘Asqalani dalam Bulughul Maram:

Dari Abu Qatadah AL Anshari, bahwasanya Rasulullah Saw pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda, “Puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” Dan beliau ditanya tentang puasa ‘Asyura, beliau bersabda, “Dapat menghapus dosa tahun yang lalu.” Kemudian ditanya lagi tentang puasa hari senin, beliau bersabda, “Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan aku diutus, serta hari ditutunkannya wahyu kepadaku.”

Kemudian hadis riwayat Imam Muslim:

Dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa berpuasa ramadhan, kemudian diikutinya puasa itu dengan puasa enam hari pada bulan syawal, maka pahalanya sama dengan puasa datu tahun.”

Abdurrahman As Shafuri mengatakan dalam Nuzhatul Majalis; dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Siapa berpuasa pada permulaan kamis dari bulan rajab, maka Allah berhak memasukkannya ke surga.”

Juga dari Nabi Saw, beliau bersabda:

Ketahuilah bahwa rajab adalah bulan Allah dan sya’ban adalah bulanku, sedangkan ramadhan adalah bulan umatku. Maka siapa berpuasa sehari dari bulan rajab karena iman dan mencari keridhaan Allah, niscaya dia berhak mendapatkan keridhaan Allah yang besar dan menempati Firdaus (surga) yang tinggi.

Rasulullah Saw bersabda:

Dari Anas, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Keutamaan bulan rajab atas seluruh bulan seperti keutamaan Al Qur’an atas seluruh pembicaraan, keutamaan bulan sya’ban atas seluruh bulan seperti keutamaanku atas seluruh para nabi, dan keutamaan bulan ramadhan atas seluruh bulan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya.”

Juga dari Anas radhiyallaahu ‘anhu, Nabi Saw bersabda:

Siapa berpuasa sehari dari bulan sya’ban, maka Allah mengharamkan tubuhnya di neraka, dan dia sebagai teman Nabi Yusuf di surga dan Allah memberikan padanya pahala nabi Ayyub dan Dawud. Jika dia menyempurnakan puasa sebulan seluruhnya, maka Allah mempermudah sakaratul maut padanya dan melenyapkan kegelapan kubur daripadanya serta kehebohan Munkar Nakir, dan Allah menutup cacatnya pada hari kiamat.