Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Qadha menurut golongan Asyariyah adalah kehendak Allah sejak zaman azali yang berhubungan dengan keadaan makhluk-Nya. Sedangkan qadar adalah merupakan perwujudan dari qadha Allah itu.

Jelaslah bahwa zat-zat makhluk dan perbuatannya atau kehendaknya tidak terlepas dengan pengetahuan Allah yang azali terhadap sesuatu sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sedangkan qadar sebagai realisasi kehendak-Nya sesuai dengan pengetahuan-Nya. Allah menyayangi siapa saja yang dikehendaki sebagai suatu karunia, dan menyiksa siapa saja yang dikehendaki sebagai keadilan. Segala kenikmatan dari Allah merupakan karunia, dan segala bencana dari Allah sebagai suatu keadilan.

Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 23, “Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.”

Apa yang diperbuat Allah siapapun tidak dapat mengetahui pengetahuan dan keadilan-Nya. Maka sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa sebaiknya bersikap diam tentang bagaimana sifat-sifat Allah dan karena Allah menciptakan sesuatu. Ketahuilah, bahwasanya iman kepada qadar itu terbagi menjadi dua:

  1. Percaya bahwa pengetahuan Allah telah mendahului apa saja yang akan diperbuat para hamba-Nya, baik berupa kebaikan maupun kejelekan dan apa yang diperbolehkan padanya. Allahjuga telah menetapkan hal itu di sisi-Nya dan memeliharanya. Bahwasanya amal-amal perbuatan para hamba berjalan sesuai apa yang telah didahului dalam pengetahuan Allah dan ketentuan-Nya.
  2. Bahwa Allah menciptakan semua perbuatan para hamba-Nya berupa perbuatan yang baik maupun yang buruk, kufur dan beriman. Pembagian ini diingkari oleh seluruh ulama Qadariyah. Demikian faidah yang dikemukakan oleh Ibnu Hajar dalam syarah Al Arba’in.