Beriman Kepada Nabi dan Rasul

Allah telah mengutus Nabi Muhammad sebagai seorang hamba dan utusan-Nya ke seluruh makhluk untuk menyampaikan petunjuk kepada mereka ke jalan yang benar. Juga untuk menyempurnakan urusan dunia dan akhirat mereka. Dialah Muhammad pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, juru penerang bagi umat manusia dalam urusan agama maupun dunia.

Adapun hikmah diutusnya Nabi Muhaammad yaitu untuk menagakkan hujjah Allah Ta’ala, sebagaimana firman Allah dalam surat Thaha ayat 134:

Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al Qur’an itu (diturunkan), tentulah mereka berkata , “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah.”

Pengertian Mukjizat dan Karamah

Allah memperkuat kedudukan rasul dengan memberikan mukjizat yang nyata. Sehingga dapat mengalahkan orang yang menghalang-halangi dan mengingkarinya.

Mukjizat adalah kejadian luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada para nabi dan rasul setelah pengangkatan mereka dan mereka telah menyatakan sebagai nabi dan rasul. Mukjizat ini tidak dapat direncanakan atau dipelajari. Seperti dapat menghidupkan orang mati, melenyapkan gunung, dan memancarkan air dari sela-sela jari.

Apabila kejadian luar biasa dari Allah itu terdapat pada diri seorang wali, maka disebut karamah. Sebagaimana kejadian luar biasa yang dialami oleh Maryam yang menjadi tanggungan Zakariya, dimana tidak ada seorang pun yang memasuki mihrabnya kecuali Zakaria sendiri. Ketika Zakaria hendak keluar dari mihrab Maryam, beliau mengunci tujuh pintu, begitu pula keitka masuk. Ketika zakaria masuk mihrab, tiba-tiba mendapati buah-buahan musm panas pada waktu dingin. Zakaria merasa kagum atas kejadian itu, sebab pada waktu beliau pergi tujuh pintu itu masih terkunci dan terjaga.

Kemudian Zakaria bertanya, “Hai Maryam, darimana makanan ini?” Maryam menjawab, “Makanan itu dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dengan tidak disangka-sangka datangnya.”

Juga kejadian yang dialamai Siti Fathimah putri Rasulullah ketika ia menghadiahkan dua roti dan sepotong daging dalam kain terbungkus. Beliau membalasnya dengan membawa bungkusan bersama sahabatnya ke rumah Fatimah. Ketika Nabi SAW telah datang menempati tempat duduknya di rumah Fathimah, lalu beliau bersabda, “Bawalah ke sini hai putriku!”

Kemudian Fathimah membuka bungkusan itu, tiba-tiba telah penuh dengan roti dan daging. Maka Nabi bertanya kepada Fathimah, “Darimana kamu memperoleh makanan ini?” Fathimah menjawab, “Makanan itu dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.”

Nabi SAW kemudian mengucapkan, “Segala puji bagi Allah.” lalu beliau berkumpul bersama Ali, Al Hasan, dan Al Husain serta ahli rumahnya menghadapi hidangan itu, lalu mereka memakan bersama hingga kenyang. Dan makanan itu masih tetap sisa, kemudian diberikan kepada tetangganya.

Pengertian Maunah dan Istidraj

Jika kejadian aneh ini terjadi pada umumnya kaum muslimin yang ikhlas karena menghadapi suatu bencana yang menakutkan lalu dapat selamat, maka disebut maunah. Sedangkan kalau kejadian aneh itu pada diri seorang fasik maka disebut istidraj atau ihanah. Seperti yang pernah terjadi pada diri Musailimah, dia memohon agar buta matanya. Maka kedua matanya yang sehat itu menjadi buta. Lalu dia meludahi sebuah sumur agar airnya bertambah manis, maka air itu menjadi asin lagi pahit. Kemudian dia mengusapkan pada kepala anak yatim, tiba-tiba kepada anak yatim itu menjadi botak. Kejadian semacam ini adalah untuk memperkuat kedustaan Musailimah.