Bakhil terhadap apa yang diwajibkan oleh Allah

Sebagai makhluk Allah, kita harus selalu berusaha melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Janganlah menjadi orang yang bakhil terhadap suatu perkara yang sudah diwajibkan Allah.

Bakhil terhadap apa yang diwajibkan oleh Allah yaitu menahan hatinya untuk melaksanakan kewajiban seperti zakat dan yang lain serta enggan menolong memberikan bantuan.

Allah berfirman dalam surat Al Ma’un ayat 7, “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”

Surat Al Imran ayat 180:

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Nabi Saw juga bersabda, “Dua perkara tidak akan berkumpul di dalam hati seorang mukmin, yaitu bakhil dan khianat.”

Nabi bersabda, “Empat golongan manusia tidak akan memperoleh bau surga sekalipun baunya terjangkau jarak lima ratus tahun, yaitu: orang bakhil, orang yang menyebut-nyebut pemberian, orang yang biasa minum arak, dan orang yang durhaka terhadap kedua orang tuanya.”

Menurut Al Faqih bahwa ada tiga golongan manusia yang doanya tidak akan dikabulkan, yaitu: orang makan yang haram, orang yang banyak menggunjing orang lain, dan orang yang di dalam hatinya terdapat kebakhilan atau dendam atau dengki terhadap orang-orang islam.