Zina Mata Merupakan Dosa Besar

Zina mata adalah melihat sesuatu dari anggota tubuh perempuan lain, meskipun sudah berpisah dari tubuhnya seperti rambut atau potongan kuku. Atau budak perempuan yang sudah berusia lanjut. Bagi seorang lelaki tidak diperkenankan melihatnya, meskipun tidak menimbulkan fitnah atau bahaya yang diharamkan ataupun tidak ada syahwat.

Diharamkan pula melihat farji anak kecil kecuali bagi ibunya untuk menyusui atau mendidik. Begitu juga seorang perempuan yang melihat lelaki lain, meskipun itu seorang budak.

Untuk kemaluan anak lelaki, maka boleh dilihat selama ia belum baligh. Dan bagi perempuan muslim wajib berhijab atau menutupi auratnya dari perempuan lain yang kafir atau fasik karena melakukan perzinahan, atau senang terhadap sesama perempuan, begitu juga harus menutupi auratnya jika dilihat budak yang lelaki, meskipun fasiknya mereka tidak disebabkan perzinahan, akan tetap lantaran mengerjakan dosa lain.

Jika melihat perempuan lain diharamkan, maka diharamkan pula menyentuhnya. Diharamkan bagi seorang lelaki menyentuh betis perempuan yang masih ada hubungan mahram atau kakinya jika ada keperluan mengobati atau yang lainnya. begitu juga sebaliknya (perempuan menyentuh betis lelaki yang masih ada hubungan mahram).

Anak yang sudah besar tidurnya harus terpisah

Tidak diperolehkan dua orang lelaki atau dua orang perempuan tidur dalam satu selimut dalam keadaan telanjang bulat, meskipun masing-masing berada di tepi ranjang. Dan bagi anak yang sudah berusia sepulun tahun, maka tidak diperkenankan tidur dalam satu ranjang bersama kedua orang tuanya, tapi harus dipisahkan di kamar lain.

Apakah suara wanita aurat

Kalau melihat perempuan itu diharamkan baik lelaki begitu pula dengan mendengarkan suaranya yang merdu, meskipun merasa syirik jika terdengar suaranya. Sesungguhnya berkumpulnya seorang lelaki dengan seorang perempuan yang bukan muhrimnya dalam tempat yang sepi itu hukumnya haram, kecuali jika mahramnya yang dapat memelihara lelaki itu dari perbuatan yang diharamkan, begitu juga bagi perempuan hendaknya disertai mahramny atau suaminya.