Melebur Dosa Dengan Taubat Yang Tulus

Taubat merupakan sebuah hal yang sangat baik dan sangat dianjurkan sekali dalam syariat islam. Maksudnya adalah bila bila melakukan sebuah dosa, maka harus merasa menyesal telah melakukan perbuatan dosa tersebut, berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan memohon ampun kepada Allah.

Allah SWT telah berfirman dalam surat An Nisa ayat 17-18:

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

Dan di dalam surat AT Tahrim ayat 8, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….”

Surat An Nisa ayat 110, “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Rasulullah juga telah bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim serta Turmudzi, yang bersumber dari Ibnu Mas’ud.

Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah lebih senang terhadap taubat hamba-Nya, daripada kesenangan seseorang yang berhenti di suatu daerah yang sedang terserang wabah penyakit yang membahayakan bersama kendaraan dan segala perbekalannya, lalu ia meletakkan kepalanya, lalu ketiduran. Lalu ketika bangun, ternyata kendaraannya sudah tidak ada, lalu ia mencarinya kesana kemari dan keadaannya pun sudah teramat panas, sehingga tenggorokan pun rasanya mengering atau sudah mencapai situasi yag kritis, akhirnya ia berkata, “Lebih baik aku kembali ke tempatku semula, lalu aku tidur sehingga aku mati disana.” Lalu ia meletakkan kepalanya di atas lengannya sambil menanti kematiannya. Tiba-tiba ia terbangun, dan melihat kendaraan beserta seluruh perbekalannya sudah kembali di sisinya. Maka Allah lebih senang terhadap taubat hamba-Nya yang mukmin melebihi daripada kegembiraan orang ini bertemu dengan kendaraannya dan lengkap dengan perbekalannya.”

dan juga riwayat Imam Muslim, bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.”

Ibnu Majah telah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Sandainya kamu berbuat kesalahan sehingga kesalahannya bertumpukan setinggi langit. Kemudian kamu bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubatmu.”

Imam Thabrani dan Baihaqi juga telah meriwayatkan sebuah hadis Nabi sebagai berikut:

Malaikat bagian kanan (yang mencatat amal kebaikan seseorang) menjadi pemimpin atas malaikat yang berada di kiri. Oleh sebab itu, jika seseorang mengerjakan kebajikan, maka akan dicatat amal kebajikan tersebut dengan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi jika mengerjakan kejahatan, lalu malaikat yang bagian kiri mau mencatatnya, maka malaikat yang bagian kanan berkata kepadanya, “Tahanlah dahulu (jangan dicatat), lalu ia menangguhkan hingga enam jam. Jika hamba tersebut minta ampun kepada Allah atas kejahatan yang dilakukan tadi, maka tidak dicatat apapun keadaannya. Jika tidak minta ampun kepada Allah, maka akan dicatat  satu kejahatan.”

Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardaweh telah meriwayatkan sebuah hadis sebagai berikut:

Taubat yang sesungguhnya adalah menyesal atas dosa yang sudah terlanjur dikerjakan, lalu kamu minta ampun kepada Allah, kemudian berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Abu Nu’aim telah meriwayatkan sebuah hadis Nabi sebagai berikut:

Penyesalan adalah taubat. Doa orang yang bertaubat dari suatu dosa sebagaimana orang yang tidak berdosa. Dan orang-orang yang minta ampun atas suatu dosa, tapi masih tetap mengerjakannya sebagaimana orang yang menghina kepada Tuhannya.

Imam Turmudzi telah meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan menerima taubat seorang hamba selama belum sekarat.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah sebuah hadis Nabi sebagai berikut:

Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah akan menerima taubatnya.