Larangan mencela kaum fakir, dhu’afa, anak yatim, pengemis

Larangan mengusir orang fakir, orang lemah, anak yatim, peminta-minta, dan anjuran berlaku lemah lembut dan berendah diri

Allah berfirman dalam surat Adh Dhuha ayat 9-10, “Dan terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya.”

Surat Al An’am ayat 52:

dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu Termasuk orang-orang yang zalim)[a].

[a] Ketika Rasulullah s.a.w. sedang duduk-duduk bersama orang mukmin yang dianggap rendah dan miskin oleh kaum Quraisy, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak bicara dengan Rasulullah, tetapi mereka enggan duduk bersama mukmin itu, dan mereka mengusulkan supaya orang-orang mukmin itu diusir saja, lalu turunlah ayat ini.

Surat Al Kahfi ayat 28:

dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Al Hijr ayat 88, “Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.”

Diriwayatkan di dalam kiab Shahih Muslim melalui Aidz ibnu Amr, yang menceritakan:

Abu Sufyan mendatangi Salman, Shuhaib, dan Bilal dalam suatu rombongan, lalu ketiga orang tersebut mengatakan, “Pedang-pedang Allah masih belum sempat membabat leher musuh Allah.” maka Abu Bakar berkata, “Apakah kalian mengatakan demikian terhadap syeikh kabilah Quraisy dan pemimpin mereka?”

Lalu Abu Bakar datang kepada Nabi Muhammad dan menceritakan hal tersebut kepadanya. Maka beliau bersabda, “Hai Abu Bakar, barangkali engkau telah membuat mereka marah. Jika engkau benar-benar membuat mereka marah, berarti engkau telah membuat marah Rabbmu.”

Lalu Abu Bakar datang kepada mereka dan mengatakan, “Wahai saudara-saudaraku, apakah aku telah membuat kalian marah?” mereka menjawab, “Tidak.”