Keutamaan Takut Kepada Allah

Dalam menjalani hidup di dunia ini, setiap orang harus merasa takut kepada Allah, dan harus memiliki perasaan bahwa Allah tahu setiap perbuatan dan gerak-gerik kita di dunia. Sehingga bila hal ini (perasaan takut kepada Allah) tertanam dalam jiwa, maka akan menjauhkan kita dari kemaksiatan.

Banyak sekali keterangan dari hadis dan perkataan para ulama mengenai keharusan memiliki perasaan takut kepada Allah, beberapa diantaranya adalah:

Abdullah bin Amar bin Al Ash berkata, “Aku mencucurkan air mata setetes itu lebih senang daripada aku bersedekah seribu dinar.”

Ka’bul Ahbar berkata, “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan kekuasaan-Nya, aku menangis karena takut pada Allah, sehingga ar mataku bercucuran membasahi pipiku lebih aku sukai daripada aku bersedekah dengan satu gunung emas.”

Auf bin Abdullah pernah berkata, “Aku pernah mendengar bahwa tubuh seseorang yang terkena tetesan air mata yang menangis karena takut kepada Allah, diharamkan dibakar dengan api neraka.”

Muhammad bin Al Mundakir jika menangis karena takut kepada Allah, maka mengusapkan air matanya itu ke muka jenggotnya, lalu berkata, “Aku pernah mendengar bahwa api neraka tidak akan membakar daerah tubuh yang dibasahi dengannya.”

Atha’ juga berkata, “Aku bersama Ubaid bin Umar masuk ke rumah Aisyah, lalu Aisyah berkata, “Sungguh telah tiba saat bagimu untuk berkunjung kepada kami.” Lalu aku berkata, “Wahai istri Rasulullah, aku akan berkata sebagaimana ada pepatah yang mengatakan, ‘Berjuanglah jarang-jarang, kamu akan bertambah senang.’ Aisyah berkata, “Sudahlah, aku tidak membutuhkan segala omongan ini, sekarang apa yang menjadi kebutuhanmu?” ibnu Umar menjawab, “Beritahukanlah aku tentang sesuatu yang mengagumkan yang pernah kamu lihat pada diri Rasulullah SAW.” Lalu Aisyah diam sejenak, kemudian berkata, “Pada suatu malam Rasulullah SAW bersabda kepadaku sebagai berikut:

“Wahai Aisyah, biarkan aku malam ini beribadah untuk Tuhanku.” Aku berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku senang berdekatan denganmu, tapi aku juga senang memberikan apa yang menjadi kesenanganmu.” Lalu Aisyah melanjutkan pembicaraannya, “Lalu Rasulullah bangun dan bersuci, kemudian berdiri untuk mengerjakan shalat. Lalu tak henti-hentinya beliau menangis sehingga membasahi pangkuannya.”

Aisyah berkata, “Rasulullah SAW duduk, lalu tak henti-hentinya menangis, hingga tetesan air matanya membasahi jenggotnya.”

Aisyah melanjutkan perkataannya, “Kemudian beliau menangis lagi, bahkan kali ini tak berhenti menangis sehingga air matanya membasahi tanah. Akhirnya datanglah Bilal untuk mengumandangkan azan salat subuh. Ketika Bilal melihat Rasulullah SAW menangis, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa kamu menangis, sungguh Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.” Lalu Rasulullah bersabda, “Tidakkah selayaknya aku menjadi hamba yang selalu bersyukur kepada Allah?”