Adab Menyampaikan Informasi

Anjuran meneliti yang diceritakan oleh orang lain dan larangan menceritakan yang didengar jika kebenarannya diragukan

Allah swt berfirman dalam surat Al Isra ayat 36, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Surat Qaaf ayat 18, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

Surat Al Fajr ayat 14, “Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Hafsh ibnu Ashim, seorang tabi’in terhormat, dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda:

Cukuplah dosa bagi seseorang bila ia menceritakan semua yang didengarnya.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Umar ibnul Khaththab yang mengatakan:

Cukuplah kedustaan bagi seseorang bila ia menceritakan semua yang didengarnya.

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud dengan sanad yang sahih melalui Ibnu Mas’ud atau Hudzaifah ibnul Yaman yang menceritakan:

Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “seburuk-buruk tunggangan (pegangan) seorang lelaki ialah (menceritakan) dugaan mereka.”

Imam Abu Sulaiman Al Khaththabi mengatakan bahwa asal hadis ini ialah ‘apabila seorang lelaki hendak bepergian dalam suatu keperluan dan mengadakan perjalanan ke suatu negeri, ia menunggangi kendaraan, lalu menempuh perjalanan hingga sampai ke tujuan tempat keperluannya.’ Lalu Nabi Muhammad menyerupakan apa yang disuguhkan oleh seorang lelaki melalui pembicarannya yang dipakai sebagai sarana untuk mencapai keperluannya berdasar perkataan mereka “za’amu” (mereka menduga) dengan tunggangan. Hanya dikatakan “za’amu” untuk pembicaraan yang tidak ada sandaran dan tidak ada rujukannya, sesungguhnya hal ini hanya sekedar sesuatu yang diceritakan sebagai penyampaian. Nabi saw mencela cerita yang disampaikan secara demikian,, beliau memerintahkan agar dicek dahulu kebenaran yang diceritakannya. Karena itu, janganlah seseorang menceritakan sebelum dilandasi dengan sumber yang dapat dipercaya.