Pahala Infaq Dalam Jihad Fisabilillah

Di dalam syariat islam, seseorang yang mati syahid karena berjihad fisabilillah akan mendapatkan balasan surga dari Allah swt. tetapi apabila karena berbagai alasan, seseorang tidak dapat ikut berjihad, maka dia seharusnya memberikan hartanya (berinfaq) untuk keperluan jihad tersebut.

Banyak sekali hadis yang menerangkan hal tersebut, beberapa diantaranya akan dijelaskan di bawah ini.

Imam Turmudzi meriwayatkan dari Abdurrahman bin Khubbab radhiyallaahu ‘anhu:

Aku pernah menyaksikan Rasulullah saw berpidato menganjurkan kepada para sahabat untuk memberi dana pada tentara Al Usrah (tentara yang dikirim pada musim paceklik), lalu Utsman bin Affan berdiri dan berkata, “Aku bertanggung jawab untuk menyumbang seratus unta lengkap dengan pelananya untuk berjuang di jalan Allah.

Kemudian Rasulullah saw menganjurkan kepada para sahabatnya untuk membantu tentara Al Usrah, lalu Utsman berdiri lagi seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku sanggup menyumbangkan dua ratus ekor unta lengkap dengan pelananya di jalan Allah.”

Kemudian Rasulullah menganjurkan para sahabatnya untuk memberikan dana pada tentara Al Usrah. Lalu Utsman berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku sanggup menyumbangkan 300 ekor unta lengkap dengan pelananya di jalan Allah.”

Lalu aku melihat Rasulullah saw turun dari mimbarnya seraya berkata, “Tidak membahayakan apa saja yang dilakukan oleh Utsman setelah menyumbangkan dana ini, tidak membahayaka apa yang dilakukan oleh Utsman menyumbangkan dana ini.

Sementara menurut riwayat Imam Ahmad yang bersumber dari Abdurrahman bin Samurah radhiyallaahu ‘anhu, diterangkan sebagai berikut:

Utsman bin Affan datang kepada Rasulullah saw dengan membawa seribu dinar di kantongan tangannya ketika beliau menganjurkan kepada para sahabatnya untuk memberikan dana bagi tentara Al Usrah. Lalu Utsman meletakkannya di pangkuan beliau, lalu aku melihat beliau mencium kantong itu dipangkuannya seraya berkata, “Tidak memebahayakan kepada Utsman apa yang dilakukan setelah hari ini, beliau mengulangi perkataannya hingga beberapa kali.”