Orang Yang Memutuskan Silaturahmi Dilaknat Oleh Allah

Dalam riwayat Ibnu Majah dari Siti Aisyah bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Perbuatan baik yang disegerakan pahalanya adalah pemberian (bantuan) dan menyambung tali silaturrahim, dan perbuatan jelek yang disegerakan siksaannya adalah penganiayaan dan memutus tali silaturrahim.

Imam Thabrani dan Ibnu Hibban telah meriwayatkan dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Rasulullah saw selaku kekasih dan junjunganku pernah memberi wasiat kepadaku tentang beberapa perbuatan baik, beliau juga berwasiat kepadaku agar aku tidak memandang kepada orang yang seatasku (dalam keduniawian), dan hendaklha aku memandang kepada orang yang lebih rendah daripada aku.

Dan berwasiat kepadaku untuk selalu mencintai mencintai orang-orang miskin, senantiasa mendekati mereka. Dan berwasiat lagi agar aku menyambung tali silaturrahim yang terputus, meskipun sebenarnya mereka sendiri yang memutuskannya.

Dan berwasiat kepadaku hendaklah aku tidak takut dalam menegakkan kebenaran terhadap hinaan orang.

Dan berwasiat kepadaku hendaklah aku senantiasa berkata benar meskipun berakibat buruk bagi diriku, meskipun berakibat pahit bagiku.

Dan berwasiat kepadaku hendaklah aku memperbanyak membaca, “Laa haula walaa quwwata illaa billaah,” karena sesungguhnya bacaan itu termasuk salah satu perbendaharaan surga.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Maimunah bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Sesungguhnya ia (Maimunah) pernah memerdekakan budak perempuannya, tapi tidak minta izin kepada Nabi saw terlebih dahulu, maka ketika tepat pada gilirannya untuk bermalam bersama Nabi saw, lalu berkata, “Apakah kamu tidak merasakan wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah memerdekakan budak perempuanku?” Nabi saw bersabda, “Apakah kamu betul memerdekakannya?” Jawabnya, “Ya.” Nabi saw bersabda, “Seandainya kamu berikan kepada paman dan bibi-bibimu maka akan lebih besar pahalanya.”

Imam Bukhari dan Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:

Tiga perkara barang siapa yang dapat mengerjakannya maka Allah akan menghisabnya dengan cara yang paling ringan, dan dimasukkan ke dalam surga dengan rahmat Allah.

Para sahabat bertanya, “Apakah tiga perkara itu, wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab, “Memberi kepada orang yang tidak suka memberimu, menyambung tali silaturrahim kepada orang yang memutuskan persahabatan atau kekerabatan denganmu, mengampuni orang yang telah berbuat dzalim kepadamu. Maka jika kamu dapat melakukan yang sedemikian itu, niscaya kamu akan masuk surga.”