Orang Yang Mati Meninggalkan Hutang Akan Membayarnya Dengan Pahalanya

Sementara Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa Rasulullah saw bersabda:

Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan mempunyai tanggungan hutang satu dirham atau satu dinar, maka akan dibayar dengan kebaikannya di hari yang tidak ada dinar dan dirham.

Bagaimanakah Bila Orang Mati Syahid Meninggalkan Hutang

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Abu Qatadah r.a. diterangkan:

Seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku terbunuh di jalan Allah dengan hati sabar, ikhlas untuk maju menghadapi musuh, tidak mundur ke belakang. Apakah Allah akan menghapus dosa-dosaku?”

Maka Rasulullah menjawab, “Ya.”

Lalu lelaki itu berpaling, maka Rasulullah saw memanggilnya seraya berkata, “Ya, diampuni kecuali hutang, demikianlah apa yang dikatakan oleh Jibril kepadaku.” Dan beliau bersabda, “Orang yang mati syahid akan diampuni seluruh dosanya kecuali hutang.”

Dalam riwayat Imam Muslim diterangkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Seluruh dosa orang yang mati syahid akan diampuni oleh Allah kecuali hutang.”

Keharusan Membayar Hutang Orang Mati

Abu Sa’id Al Khudri r.a. menceritakan, bahwa telah dibawa kepada Nabi saw jenazah untuk dishalatkannya. Maka beliau bertanya, “Apakah temanmu ini mempunyai tanggungan hutang?” para sahabat berkata, “Ya.”

Nabi saw bersabda lagi, “Apakah ia mempunyai harta warisan yang dapat digunakan untuk membayar hutangnya?” Mereka menjawab, “Tidak.”

Maka beliau bersabda, “Dirikanlah shalat untuk temanmu.”

Lalu Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Aku yang akan menanggung hutangnya, wahai Rasulullah.”

Lalu Rasulullah saw maju dan mengerjakan salat jenazah, setelah itu beliau bersabda, “Semoga Allah menyelamatkan dirimu dari api neraka sebagaimana kamu telah membebaskan tanggung jawab saudaramu yang muslim. Seorang hamba yang muslim yang membayar hutang saudaranya maka Allah akan menyelamatkan dirinya dari api neraka pada hari kiamat (nanti).”