Namimah atau mengadu domba

Allah swt berfirman dalam surat Al Qalam ayat 10-11, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi terhina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.”

Rasulullah saw juga telah bersabda sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Hudzaifah r.a. sebagai berikut:

“Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba.”

Imam Thabrani juga meriwayatkannya bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

“Tidak termasuk umatku orang yang suka hasud, orang yang suka mengadu domba, orang yang melakukan perdukunan dan aku juga tidak termasuk dari golongan mereka.”

Sementara Imam Ahmad meriwayatkannya sebagai berikut:

“Sebaik-baik umatku adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkan kepada Allah (lantaran amal perbuatannya yang baik). Dan sejelek-jelek dari umatku adalah orang-orang yang kesana kemari sambil mengadu domba, suka memisahkan antara kekasih dan menuduh berzina kepada orang-orang yang tidak melakukannya.”

Ibnu Hibban juga telah meriwayatkannya dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

“Maukah kamu aku tunjukkan tentang amal perbuatan yang lebih utama daripada derajat puasa, shalat, dan shadaqah?” para sahabat penjawab, “Ya, baiklah.” Maka Rasulullah saw bersabda, “Mendamaikan orang yang sedang bermusuhan, karena sesungguhnya merusak hubungan orang yang bermusuhan berarti mencukur.”

Imam Turmudzi juga telah menganggap shahih hadis tersebut di atas, bahkan ia juga menambahkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Merusak hubungan orang yang bermusuhan adalah mencukur, aku tidak berkata, ‘Mencukur rambut, akan tetapi mencukur agama’.”