Menjawab salam dan mengucapkan salam kepada non muslim

Mengucapkan Salam Kepada Jamaah Yang Terdiri Dari Orang Islam dan Orang Kafir

Apabila seseorang melewati suatu jamaah yang di dalamnya terdapat orang-orang muslim, atau terdiri atas orang muslim dan banyak orang kafir, ia disunatkan mengucapkan salam kepada mereka dengan tujuan hanya orang-orang muslim atau seorang muslim yang ada di kalangan mereka.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim dan Shahih Bukhari melalui Usamah ibnu Zaid r.a:

Nabi saw melewati suatu majelis yang di dalamnya terdapat campuran orang muslim dan orang musyrik para penyembah berhala serta orang yahudi, maka Nabi saw mengucapkan salam kepada mereka.

Cara Bersalam Kepada Orang Musyrik Yang Ditulis Dalam Surat

Apabila seseorang menulis surat kepada seorang musyrik, lalu ia menulis kalimat salam atau yang sejenis, hendaknya ia menulis seperti yang diriayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui hadis Abu Sufyan r.a. mengenai kisah Heraklius, bahwa Rasulullah saw menulis surat kepadanya yang bunyinya sebagai berikut:

Dari Muhammad, hamba dan Rasul Allah; kepada Heraklius, pembesar Romawi, semoga keselamatan terlimpah kepada orang yang mengikuti petunjuk.

Ucapan Bila Menjenguk Seorang Kafir Dzimmi

Ada perbedaan pendapat mengenai hal ini. Ada yang menyatakan bahwa hukumnya sunat, dan ada yang melarangnya.

Menurut Asy Syasyi menjenguk orang kafir secara garis besarnya diperbolehkan, sedangkan pendekatan diri dalam hal ini bergantung kepada jenis status hubungan, seperti tetangga atau kerabat.

Sesungguhnya di dalam kitab Shahih Bukhari melalui Anas r.a. diriwayatkan:

Pernah ada seorang anak Yahudi menjadi pelayan Nabi saw, lalu ia sakit, maka Nabi saw datang menjenguknya. Lalu beliau duduk di dekat kepada anak itu dan bersabda kepadanya, “Masuk islamlah!” anak itu memandang kepada ayahnya yang berada di sisinya, lalu ayahnya mengatakan, “Turutilah Abul Qasim (NAbi saw).”

Akhirnya anak itu masuk islam, lalu Nabi saw keluar darinya seraya bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Al Musayyab ibnu Hazn, orang tua Sa’id ibnul Musayyab r.a, yang menceritakan:

Tatkala Abu Thalib menjelang wafat, Rasulullah saw datang kepadanya dan bersabda, “Wahai paman, ucapkanlah, “Tidak ada Tuhan selain Allah,” hingga akhir hadis.

Orang yang menjenguk kafir dzimmi hendaknya menganjurkannya untuk masuk islam dan menjelaskan kepadanya kebaikan-kebaikan islam serta menganjurkan agar segera masuk islam sebelum tiba dimana tidak bermanfaat lagi tobatnya. Jika ia mendoakan, hendaknya ia mendoakan semoga mendapat hidayah dan lain sebagainya yang sejenis.