Menggapai ridha Allah dengan berbuat baik kepada orang tua

Sejak jaman dahulu Rasulullah saw telah menekankan tentang keutamaan berbuat baik kepada orang tua, dan berdosanya bila berbuat durhaka kepada mereka.

Di bawah ini ada beberapa dalil yang berkaitang dengan hal tersebut.

Imam thabrani telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua dan murka Allah itu tergantung pada kemurkaan kedua orang tua.

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Umar r.a. diterangkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Sesungguhnya seorang lelaki telah datang kepada Rasulullah saw minta izin kepadanya untuk berjihad, lalu Rasulullah saw bertanya, “Apakah kedua orang tuami masih hidup?” Jawabnya, “Ya.” Maka beliau bersabda, “Dalam berbakti kepadanya itu sudah termasuk berjihad.”

Oleh sebab itu, perhatikanlah hadis diatas, dimana berbakti kepada kedua orang tua itu lebih didahulukan dan lebih diutamakan daripada berjihad di jalan Allah.

Durhaka Kepada Orang Tua Merupakan Dosa Besar

Imam Ahmad dan Bukhari telah meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Yang termasuk dalam golongan dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membubuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak dan sumpah palsu.

Sementara Imam Thabrani meriwayatkan dari Tsauban r.a. berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Segala amal perbuatan tidak bermanfaat (tidak diterima) bersama tiga perkara; menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan melarikan diri dari peperangan.

Imam Ahmad, Nasa’i dan Hakim telah meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda sebagai berikut:

Allah Maha Suci lagi Maha Tinggi mengharamkan tiga orang untuk masuk ke dalam surga, yaitu: peminum khamr, orang yang durhaka kepada orang tuanya dan orang yang membiarkan perzinaan dalam keluarganya.

Dan riwayat Imam Hakim beserta Al Ashbihani bahwa Rasulullah saw bersabda sebagai berikut:

Allah mengakhirkan balasan seluruh dosa menurut apa yang dikehendaki-Nya sampai hari kiamata, kecuali balasan durhaka kepada kedua orang tuanya karena sesungguhnya Allah akan memberikan siksaannya di dunia kepada anak yang durhaka di waktu sebelum meninggal dunia.

Al Khatib juga telah meriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib r.a. berkata, “Barang siapa yang menyusahkan hati kedua orang tuanya, maka berarti durhaka kepada mereka.”