Larangan Seorang Anak Berbuat Durhaka Kepada Orang Tua

Syariat islam sangat melarang seorang anak berbuat durhaka kepada orang tuanya. Hal ini dikarenakan hal tersebut merupakan sebuah dosa besar. Dan Allah swt serta Rasulullah saw telah melarangnya.

Di bawah ini ada beberapa dalil yang berkaitan dengannya, diantaranya adalah:

Imam Ahmad dan Bukhari telah meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Yang termasuk dalam golongan dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak dan sumpah palsu.

Sementara Imam Thabrani meriwayatkan dari Tsauban r.a. berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Segala amal perbuatan tidak bermanfaat (tidak diterima) bersama tiga perkara; menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan melarikan diri dari peperangan.

Kisah Anak Yang Durhaka Kepada Ibunya

Diceritakan dari Al Awwam bin Hausyab r.a. bahwa pada suatu hari dirinya bertempat di suatu perkampungan dekat pemakaman umum. Jika setelah Anshar ada kuburan yang terbelah, lalu keluarlah mayatnya dengan berkala khimar dan bertubuh manusia, kemudian bersuara keras sebagaimana layaknya khimar, lalu kuburan itu tertutup kembali, dan tidak jauh dari tempat itu ada seorang wanita tua yang sedang memintal benang bulu.

Lalu ada perempuan lain berkata kepadanya, “Kamu melihat orang tua itu?” Jawabnya, “Ada apa dengan dia.”

Wanita itu berkata lagi, “Ia adalah ibunya.” Kemudian Al Awwam berkata, “Lalu bagaimana ceritanya sehingga ada kuburan yang tebongkar sendiri.”

Lalu perempuan itu berkata, “Dahulu ahli kubur ini adalah seorang peminum khamr. Jika berangkat sore, ibunya selalu mengingatkannya seraya berkata, ‘Wahai anakku, takutlah kepada Allah, sampai kapankah kamu akan tetap meminum khamr?’

Kemudian anak itu menjawab, ‘Sesungguhnya kamu ini bersuara bagaikan khimar mendengking.’

Lalu perempuan itu melanjutkan kisahnya, “Pemuda itu meninggal dunia setelah ashar, maka setiap ashar kuburan itu terbelah lalu mayatnya mendengking sebanyak 3 kali, kemudian tertutup kembali kuburannya.”

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga uraian singkat di atas dapat bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat, amiin.