Kisah Orang Yang Terdzalimi Doanya Langsung Dikabulkan Allah

Dari riwayat Amar bin Dinar, bahwa dahulu kala ada seorang dari Bani Israil ketika ia berada di tepi laut, tiba-tiba ia melihat seseorang berseru dengan suara yang lantang, “Ingatlah, barang siapa yang melihat aku, maka janganlah menganiaya kepada orang lain.”

Amar bin Dinar berkata, “Lalu orang dari Bani Israil itu mendekat kepadanya seraya berkata, ‘Wahai hamba Allah, mengapakah dan bagaimana kabarmu?’ jawabnya, ‘Ketahuilah bahwa dahulu aku adalah seorang polisi, dan pada suatu hari ketika aku berada di tepi laut, aku melihat seorang sedang mengail ikan, ia telah berhasil mendapatkan ikan, lalu aku meminta padanya agar memberikan ikan itu kepadaku, tapi ia masih senang dengan ikan yang didapat dan enggan memberikannya kepadaku, lalu aku meminta kepadanya agar menjualnya kepadaku, tetapi ia juga enggan menjualnya. Aku tidak tahan, maka segera aku pukul kepalanya dengan cambukku dan aku mengambil ikan itu dengan paksa dan segera aku bawa.

Ketika aku berjalan pulang, tiba-tiba ikan itu menggigit ibu jariku. Aku berupaya untuk melepaskannya, tapi rupanya gigitannya itu sangat kuat sehingga aku tidakdapat melepaskannya. Aku datang kepada keluargaku dan mereka pun berupaya untuk melepaskan ibu jariku, ternyata tetap tidak bisa. Akhirnya terlepas juga setelah dilakukan berbagai macam cara.

Ada sebagian orang yang bercerita bahwa ikan itu menggigit polisi itu ketika hendak memakannya, lalu polisi itu berkata, “Akhirnya ibu jariku bengkak, dan tampak pula bekas gigitan taring ikan itu. Kemudian aku bawa ke dokter yang baik. Ketika sang dokter melihat ibu jariku, ia lalu berkata, ‘penyakit ini kronis, racunnya sudah menjalar, jika kamu tidak mau dipotong ibu jarimu, maka dapat menyebabkan kematian.’

Lalu ibu jariku dipotong, tetapi rasa sakitnya masih membuat menderita. Akupun tidak dapat tidur dibuatnya, hatiku tidak tenang lantaran sakit yang diderita. Lalu dokter itu berkata, “Kamu harus dipotong tapak tanganmu.” Lalu diputuslah tapak tanganku, tetapi rasa sakit semakin menjalar ke lenganku. Bahkan rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, aku tidak dapat tenang.

Lalu dokter itu berkata, “putuslah tanganmu hingga ke siku-siku.” Akhirnya siku-sikuku diputus, tapi rasa nyeri itu malah berpindah ke atas yaitu ke bahu, lalu si dokter berkata, “Seluruh tanganmu harus dipotong, kalau tidak demikian maka rasa nyeri itu akan menjalar ke seluruh tubuhmu.” Akhirnya seluruh tangan dipotong.

Sebagian orang bertanya kepadaku, “Apa yang menyebabkan kamu menderita penyakit yang demikian?” lalu aku menceritakan kisah ikan itu, lalu ia berkata, “seandainya kamu mau kembali kepada pemiliknya, di waktu kamu merasakan sakit yang pertama, lalu kamu minta halalnya dan minta kerelaannya, niscaya tanganmu tidak akan dipotong .”

Nah sekarang pergilah kamu kepada pemiliknya dan mintalah kerelaannya, sebelum penyakitmu ini menjalar ke seluruh tubuhmu.

Lalu aku tak henti-hentinya mencari orang itu, sehingga aku dapat menjumpainya. Maka akupun mencium kedua kakinya seraya menangis. Lalu aku berkata, “Wahai tuanku, aku minta dengan nama Allah hendaklah kamu mau memaafkan aku.” Lalu ia bertanya, “Siapakah kamu ini?” maka akupun  menjawab, “Akulah orang yang pernah mengambil ikanmu dengan cara paksa.”

Lalu aku ceritakan padanya apa yang telah dialami. Maka iapun menangis dan berkata, “Wahai saudaraku, aku sudah merelakan ikan itu untuk kamu makan, lantaran aku melihat bala yang telah kamu alami.”

Lalu aku berkata, “Wahai saudaraku, aku bertanya kepadamu dengan nama Allah, apakah kamu berdoa ketika aku mengambil ikanmu secara paksa?”

Jawabnya, “Ya, pada waktu itu aku berdoa, Ya Allah, sesungguhnya orang itu lebih kuat daripada aku. Dengan kekuatannya ia telah memaksaku, sedang ku dalam keadaan lemah. Dia mengail apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Oleh sebab itu perlihatkanlah kekuatan-Mu kepadaku.”

Orang yang tangannya putus berkata, “Sungguh Allah telah menampakkan kekuasaan-Nya terhadapku dna aku sekarang bertaubat tidak akan mengulangi lagi terhadap perbuatanku dahulu.”