Keutamaan Mengasuh dan Menyantuni Anak Yatim Menurut Islam

Hamzah bin Yusuf dan Ibnun Najar berkata, “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat perkampungan yang diberi nama perkampungan (Al Farah), yang disediakan khusus bagi orang-orang yang menggembirakan anak-anak yatim orang mukmin.”

Sementara Abu Ya’la meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Akulah permulaan orang yang dibukakan pintu surga hanya saja ada seorang perempuan yang mengejarku lalu aku bertanya, “Ada apa kamu? Dan siapakah kamu ini?” Jawabnya, “Aku adalah wanita yang memelihara beberapa anak yatimku.”

Imam Thabrani meriwayatkan:

demi Dzat yang telah mengutusku dengan haq, pada hari kiamat nanti Allah tidak akan menyiksa orang yang belas kasih kepada anak yatim, berkata lemah lembut padanya, belas kasih atas keyatimannya dan kelemahannya, dan tidak menyombongi tetangganya dengan karunia yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Imam Ahmad telah meriwayatkan sebuah hadis Nabi saw:

Barang siapa yang mengusap kepala anak yatim, tidak ada tujuan lain kecuali mencari keridaan Allah maka setiap rambut di kepalanya yang dilewati oleh tangannya merupakan kebaikan baginya.

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa Allah berfirman kepada Nabi Ya’qub r.a. “Sesungguhnya sebab buta matanya dan bungkuk punggungnya, serta perbuatan saudara-saudara Yusuf yang sedemikian itu, adalah karena pada suatu hari telah datang kepadanya seorang anak yatim yang sedang puasa dan lapar, sedangkan pada waktu itu Nabi ya’qub a.a. sekeluarga sedang menyembelih kambing, dan mereka makan tanpa menghiraukan anak yatim itu.

Kemudian Allah memberitahu kepadanya, bahwa Allah tidak mencintai seseorang dari makhluk-Nya sebagaimana cinta-Nya pada anak yatim dan orang miskin. Kemudian Allah memerintahkannya agar membuat makanan dan mengundang orang-orang miskin, lalu dilaksanakannya.