Keutamaan dan Anjuran Berbuat Baik Kepada Hamba Sahaya

Berbuat baik kepada sesama manusia sangatlah penting dan sangat dianjurkan oleh islam. Berbuat baik itu tidak memandang status sosial, jabatan, kekayaan dan lain sebagainya. termasuk juga dalam hal ini untuk berbuat baik kepada hamba sahaya. Walaupun secara status sosial mereka hanyalah budak, tetapi mereka juga manusia dan merupakan hamba Allah.

Rasulullah banyak sekali menganjurkan umatnya untuk berbuat baik kepada hamba sahaya, diantaranya adalah seperti yang diriwayatkan sebagai berikut:

Ibnu Hibban dan Baihaqi telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Tugas pelayanmu yang kamu ringankan adalah pahala yang di timbangan amal perbuatan nanti di hari kiamat.

Imam Bukhari dan Muslim juga elah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Barang siapa yang memerdekakan budaknya yang muslim, maka Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari api neraka sebagai ganti anggota tubuh budak yang telah dimerdekakan, sehingga farjinya dibebaskan dari api neraka sebagai ganti dari faji budak yang dimerdekakan di dunia.

Imam Abu Daud dan Ibnu Majah telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Tiga macam orang yang tidak akan diterima oleh Allah ibadah shalatnya, yaitu:

  1. Orang yang menjadi imam suatu kaum, sedang mereka sama benci padanya.
  2. Orang yang mendirikan shalat di luar waktunya.
  3. Orang yang memperbudak orang yang merdeka.

Dalam sebuah riwayat juga diterangkan bahwa seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berkata kepada budak perempuanku, ‘wahai pelacur’.”

Rasulullah saw menjawab, “Apakah kamu melihatnya sendiri ia berbuat demikian?” Jawabnya, “Tidak.”

Rasulullah bersabda, “Ingat, sesungguhnya budak perempuanmu itu akan menuntutmu di hari kiamat (nanti).”

Lalu perempuan itu pergi kepada budak perempuannya, lalu diberinya cambuk seraya berkata, “Wahai budakku, cambuklah aku.” Tetapi ia tidak mau melakukannya.

Kemudian majikan perempuan itu pergi kepada Rasulullah saw untuk membritahukan  kepadanya bahwa budak itu telah dimerdekakan. Lalu Rasulullah saw bersabda, “Semoga tindakanmu untuk memerdekakan budak itu akan menjadi pelebur dosa atas tuduhanmu kepadanya.”