Kesaksian bohong merupakan sebuah dosa besar

Haram melakukan kesaksian palsu

Allah swt berfirman dalam surat Al Hajja ayat 30, “Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”

Surat Al Isra ayat 36:

dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Abu Bakrah, yakni Nufai’ ibnul Harits, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda:

“Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?” (hal ini dikatakannya) sebanyak tiga kali. Lalu kami menjawab, “Tentu saja kami mau, wahai Rasulullah.” Nabi Muhammad bersabda, “Mempersekutukan Allah, menyakiti kedua orang tua,” ketika itu beliau bersandar, lalu duduk dan bersabda, “Ingatlah, dan perkataan dusta serta kesaksian palsu.” Beliau masih terus mengulanginya hingga kami mengatakan, “Seandainya beliau berhenti.”

Larangan menyebut-nyebut pemberian

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 264, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Abu Dzar, dari Nabi Muhammad yang telah bersabda:

Ada tiga macam orang yang kelak di hari kiamat Allah tidak mau berbicara kepada mereka, tidak mau melihat mereka serta tidak mau membersihkan mereka, dan bagi mereka siksa yang pedih. Rasulullah mengucapkan kalimat ini sebanyak 3 kali. Abu Dzar bertanya, “Alangkah kecewa dan meruginya mereka. Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Nabi Muhammad menjawab, “Orang yang memanjangkan kainnya, orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang yang melariskan barang jualannya melalui sumpah dusta.”