Kemuliaan dan Keutamaan Syahid di Jalan Allah

Mati syahid dalam menegakkan agama Allah adalah sebuah hal yang sangat diimpikan oleh setiap muslim, mengingat keutamaan yang disandangnya. Di bawah ini ada sebuah hadis yang menerangkan tentang keutamaan orang yang mati syahid.

Imam Muslim dan Turmudzi telah meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Sesungguhnya roh orang-orang yang mati syahid berada di dalam perut burung hijau yang mempunyai sangkar bagaikan pelita di gunung Arsy’, dia menggembala mencuri makanan di surga kesana kemari menurut kehendaknya, kemudian kembali lagi ke sangkarnya.

Kemudian Tuhan mereka menampakkan diri kepada mereka, lalu berfirman, “Apakah kamu masih menginginkan sesuatu?” mereka menjawab, “Apalagi yang harus kami inginkan sementara kami dapat mencari makanan di surga menurut kehendak kami sendiri.”

Mereka diperlakukan yang sedemikian ini sudah tiga kali, dan tetap ditanyai lagi. Ketika mereka dudah tidak dapat menghindar kecuali harus meminta kepada Allah, lalu mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, kami hanya menginginkan agar Engkau mengembalikan roh kami ke dalam tubuh kami sehingga kami dapat mati terbunuh dalam peperangan di jalan-Mu sekali lagi.”

Lalu Allah berfirman, “Sesungguhnya telah menjadi keputusan kami bahwa orang-orang yang mati syahid tidak akan dikembalikan ke dunia.” Mereka berkata, “Kalau begitu sampaikan berita kepada saudara-saudara kami.”

Kemudian Allah menurunkan ayat “Walaa tahsabannal ladziina qutiluu fii sabilillaahi amaatan bal ahyaa-un inda rabbihim yurzaquun. Farihiina bimaa aataahumullaahu min fadhlih” (Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, sebaliknya mereka adalah hidup di sisi Tuhan mereka, dan diberi rizki. Mereka bersuka ria terhadap apa yang diberikan Allah kepada mereka daripada karunia-Nya.