Kedzliman yang tidak terlihat

Diceritakan dari Asy Syibli r.a. bahwa pada suatu hari Dawud Ath Tho’i berkata kepada dirinya sendiri, “Kau ini bakil.” Lalu aku jawab “Tidak, aku tidak bakil.” Hatiku berkata lagi, “Ya, kamu betul bakil.” Jawabku lagi, “Tidak, aku tibak bakil.” Hatiku tetap berkata, “Ya, betul kamu bakil.”

Lalu dia berniat dalam hatiku, jika  mendapatkan rizki maka akan diberikan kepada orang fakir yang pertama kali dijumpai. Lalu tidak lama setelah perkataan di hatiny, tiba-tiba datang seseorang dengan memberikan uang sebanyak lima puluh dinar, lalu diambil.

Dia sengaja keluar dengan membawa uang itu, tapi orang yang pertama kali ditemui adalah seorang fakir yang buta yang sedang mencukur rambutnya, lalu diberikan kepada orang buta itu, tahu-tahu ia berkata, “Berikan saja kepada pemangkas rambut ini (yakni sebagai oangkos cukur).”

Lalu si fakir berkata dengan mengangkat kepalanya seraya memandang Asy Syibli, “Apakah tidak kukatakan kepadamu bahwa kamu adalah orang bakil.”

Lalu uang itu diberikan kepada tukang cukur, namun ditolaknya seraya berkata, “Sejak aku duduk bersama orang fakir ini, aku telah berjanji di hadapan Allah, aku tidak akan mengambil sesuatu daripadanya.”

Lalu uang dinar itu diambil kembali dan pergi ke laut, lalu dilemparkan ke dalam laut.

Termasuk kedzaliman juga yaitu menggunakan barang yang dipinjam untuk kemaslahatan sendiri. Dan cara penggunaannya jika diketahui oleh orang yang meminjaminya maka tidak akan diperbolehkan, atau meminjamkan barang pinjaman, atau menggunakan barang pinjaman padahal waktu yang telah ditentukan telah habis.

Ibnu Mubarak pernah kembali dari Maru seraya berkata, “Ibrahim bin Ad-ham pergi dari Baitul Maqdis ke Basrah untuk mengembalikan satu biji kurma ke Syam dan pena yang pernah dipinjam dan belum dikembalikan pada yang punya.”

Hasan bin Abi Sinan tidak pernah berbaring tidur, tidak pernah makan mentega dan tidak pula minum air dingin selama kurang lebih enam puluh tahun, lalu ada orang lain yang bermimpi di dalam tidurnya, lalu dikatakan kepadanya, “Apa yang diberikan oleh Allah kepadamu?” Jawabnya, “Kebaikan, hanya saja sekarang aku tidak masuk surga, masih tetap tertahan di luar, lantaran satu jarum yang pernah saya pinjam, tapi tidak ku kembalikan.