Keburukan sifat sombong, dan keutamaan tawadhu

Sebagaimana sabda Nabi saw yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut:

“Pada suatu hari ada seorang lelaki berjalan lengkap dengan perhiasannya menyombongkan dirinya, tersisir rambutnya, berlagak dengan jalannya, tiba-tiba Allah menenggelamkannya di dalam bumi hingga datangnya hari kiamat. Tidak dapat langsung masuk ke dalam tanah dan tidak pula dapat keluar daripadanya.”

Dan juga sabda Nabi saw yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad sebagai berikut:

“Barang siapa yang merasa agung pada dirinya dan berlagak sombong dalam jalannya, maka ia akan menghadap kepada Allah (pada hari kiamat nanti) sedang Allah murka padanya.”

Imam Bukhari dan Muslim juga telah meriwayatkannya sebagai berikut:

“Allah tidak akan melihat (dengan penuh kasih sayang) pada hari kiamat nanti pada orang yang menyeret kain sarungnya dengan sombong.’

Dan Imam Muslim juga telah meriwayatkannya dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sikap sombong meskipun hanya seberat biji sawi.” Lalu ada orang yang bertanya, “Sesungguhnya seorang lelaki senang agar pakaiannya baik dan sandalnya baik.” Jawab Rasulullah saw, “Sesungguhnya Allah itu bagus dan senang kepada kebagusan. Sombong itu dapat menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

Ibnu Abid Dunya juga telah meriwayatkan sebuah sabda Rasulullah saw yang artinya sebagai berikut:

“Tawadhu itu tidak akan menambah kepada seseorang melainkan ketinggian derajat. Oleh sebab itu bertawadhulah kamu, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu. Dan mengampuni kesalahan orang lain itu tidak akan menambah kepada seseorang melainkan kemuliaan. Oleh sebab itu jadilah kamu sebagai orang yang pemaaf, niscaya Allah akan memuliakanmu. Dan bersedekahlah itu tidak akan mengurangi harta seseorang, melainkan akan bertambah banyak, maka dari itu bersedekahlah kamu, semoga Allah memberi rahmat-Nya kepadamu.”