Jangan menghina dan meremehkan orang lain

Larangan menghina dan mengolok-olok orang islam

Allah swt berfirman dalam surat At Taubah ayat 79:

(orang-orang munafik itu) Yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, Maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

Dan Al Hujurat ayat 11:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[a] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[b] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

[a] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

[b] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

Al Humazah ayat 1, “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad bersabda:

Janganlah kalian saling dengki, saling mencela, saling membenci, dan saling bermusuhan; jangan pula sebagian kalian berbuat aniaya terhadap sebagian yang lain, tetapi jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara orang muslim yang lain, tidak boleh menganiaya dan menghinanya, tidak boleh pula merendahkannya. Takwa ada disini, seraya mengisyaratkan ke dadanya tiga kali. Cukuplah dianggap suatu kejahatan bagi seseorang bila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap orang muslim atas orang muslim lainnya diharamkan darah, harta benda, dan kehormatannya.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda:

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam kalbunya terdapat rasa takabur seberat biji sawi. Kemudian ada orang lelaki bertanya, “Sesungguhnya seorang lelaki menyukai bila baju dan sandalnya baik.” Nabi Muhammad menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Takabur ialah menolak perkara yang hak dan menghina manusia.”