Hukum Mengutuk dan Mendoakan Keburukan Bagi Orang Lain Menurut Islam

Syariat islam membolehkan umatnya untuk mengutuk orang yang menganiaya kaum muslim atau dirinya sendiri. Banyak sekali riwayat yang menerangkan tentang hal tersebut. beberapa diantaranya akan disebutkan di bawah ini

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Jabir ibnu Samurah radhiyallaahu ‘anhu yang menceritakan bahwa penduduk Kufah mengadukan perihal Sa’d ibnu Abu Waqqash kepada khalifah Umar. Maka Khalifah Umar memecatnya dan menggantikannya dengan orang lain untuk menjadi amir mereka.

Jabir bin Samurah melanjutkan kisahnya sampai pada bagian: setelah itu Khalifah Umar radhiyallaahu ‘anhu mengirim seseorang atau beberapa orang lelaki ke akufah untuk mengecek kebenaran pengaduan itu. Tiada suatu masjid pun yang terlewati melainkan utusan itu menanyakan perihal Sa’d. jawaban mereka ternyata memujinya dengan baik.

Ketika utusan itu memasuki suatu masjid milik Bani Abs, ada seorang lelaki yang dikenal dengan nama Usamah ibnu Qatadah; nama julukannya ialah Abu Sa’dah. Lelaki itu berkata, “Bila engkau menanyakan kepada kami, sesungguhnya Sa’d tidak pernah ikut dengan pasukan, tidak membagi dengan rata, dan tidak adil dalam peradilannya.” Maka Sa’d ibnu Abu Waqqash berkata:

Ingatlah, demi Allah, aku benar-benar akan mengutuknya dengan 3 kutukan:

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ عَبْدُكَ هٰذَاكَاذِبًاقَامَ رِيَاءًوَسُمْعَةً فَاَطِلْ عُمْرَهُ وَاَطِلْ فَقْرَهُ وَعَرِّضْهُ لِلْفِتَنِ

“Ya Allah, jika hamba-Mu ini dusta dalam kesaksiannya karena terdorong oleh pamer dan gengsi, maka panjangkanlah usianya, panjangkan pula kemiskinannya, dan libatkanlah ia dalam berbagai fitnah.”

Sesudah itu Abu Sa’dah selalu mengatakan, “Aku adalah manula yang terfitnah, aku telah tertimpa kutukan Sa’d.”

Abdul Malik ibnu Umair (perawi atsar ini) menceritakan melali Jabir ibnu Samurah yang mengatakan, “Sesudah itu aku melihatnya (Abu Sa’dah), kedua alisnya menjulur ke bawah hampir menutupi kedua matanya karena usianya yang sangat lanjut; dan sesungguhnya ia menampilkan diri di hadapan para gadis jalanan, lalu menggoda mereka.”