Hukum Memutuskan Tali Silaturahmi

Menurut Imam Al Qurthubi bahwa memutuskan tali silaturahim dengan sanak famili itu hukumnya haram sehingga disambung kembali.

Maksud dari memutuskan tali silaturahim ialah memutuskan kebiasaan menyambung atau memperbaiki sanak famili dengan tanpa udzur yang syar’i. Adapaun jika memang tidak ada hubungan dari semula maka tidak termasuk memutuskan tali silaturahim.

Hubungan baik itu bisa dengan surat menyurat, saling berkunjung atau memberikan bantuan dan sebagainya. apabila perbuatan itu sudah menjadi kebiasaan secara turun temurun lalu diputus begitu saja, maka dapat dikatakan memutus tali silaturahim.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari kemudian, maka hendaklah ia menghormat tamunya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah serta hari kemudian, maka hendaklah menyambung tali silaturahim dengan sanak familinya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah serta hari kemudian, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.

Abu Ya’la telah meriwayatkan dari salah seorang yang berasal dari suku Khots’man yang artinya sebagai berikut:

Aku pernah datang kepada Nabi saw ketika berada di suatu tempat bersama dengan beberapa sahabatnya, lalu aku berkata, “Engkau yang menganggap bahwa dirimu sebagai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab, “Ya.”

Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, amal perbuatan apakah yang lebih disenangi oleh Allah?”

Rasulullah saw menjawab, “Iman kepada Allah.” aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, kemudian apa lagi?”

Nabi saw menjawab, “Kemudian silaturrahim.” Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Memerintah kepada kebaikan dan mencegah pada kemunkaran.”

Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, amal perbuatan apakah yang paling dibenci oleh Allah?” Beliau menjawab, “Menyekutuka Allah.”

Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Kemudian memutuskan tali silaturrahim.”

Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Memerintah pada kemunkaran dan mencegah pada kebaikan.”

Demikianlah penjelasan dari hadis mengenai keburukan dari memutuskan tali silaturrahim. Semoga kita semua bukan termasuk ke dalam golongan orang yang memutuskan tali silaturrahim.