Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim

Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadis sebagai berikut:

Sesungguhnya amal perbuatan anak cucu Adam dihaturkan kepada Allah pada kamis dan malam jum’at, lalu tidak diterima amal perbuatan orang yang suka memutuskan tali silaturahim.”

Sedang Al Ashbihani meriwayatkannya dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah saw, lalu bersabda, “Jangan duduk di sisi kami orang yang memutuskan tali silaturahim dengan kerabatnya.”

Lalu berdiri salah seorang pemuda dari kami, lalu mendatangi bibinya, dimana diantara keduanya sedang terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Pemuda itu minta maaf kepadanya, kemudian kembali ke majelis lagi.

Lalu Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya rahmat tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamnya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahim dengan kerabatnya.”

Muhammad Al Bakari juga pernah pernah mengatakan bahwa sesungguhnya ayahnya bernama Zainal Abidin telah berkata kepadanya, “Janganlah kamu berteman dengan orang yang suka memutuskan tali silaturahim. Karena sesungguhnya aku telah menemukan ia dalam keadaan terkutuk di dalam kitab suci dalam 3 ayat, yaitu Al Baqarah ayat 27, Ar Ra’d ayat 25, dan Muhammad ayat 23.”

Imam Turmudzi dan Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Abu Bakar r.a, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Tiada suatu dosa yang lebih layak untuk disegerakan siksanya oleh Allah di dunia di samping apa yang disediakan nanti di akhirat daripada penganiayaan dan memutuskan tali silaturahim.”