Hak Hamba Sahaya Dalam Islam

Setiap orang, khususnya umat muslim harus berbuat baik kepada sesama manusia. Termasuk dalam hal ini adalah terhadap hamba sahaya (budak).

Banyak sekali dalil yang menerangkan keharusan untuk berbuat baik kepada hamba sahaya. Beberapa diantaranya akan diuraikan berikut ini:

Rasulullah saw telah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Bakr radhiyallaahu ‘anhu sebagai berikut:

Tidak akan masuk surga orang yang berperangai jahat (berbuat dzalim kepada budaknya). Para sahabat bertanya, “Bukanlah engkau telah memberitahu kepada kami bahwa umat ini adalah umat yang kebanyakan terdiri dari orang-orang yang dikuasai dan orang-orang yatim, jika dibandingkan dengan keadaan umat yang terdahulu?”

Nabi saw bersabda, “Ya, oleh sebab itu hormatilah mereka sebagaimana kamu menghormat kepada anak-anakmu dan berilah makan mereka dari jenis makanan yang kamu makan.”

Para sahabat bertanya, “Adakah sesuatu dari harta benda dunia yang bermanfaat bagi kami?” beliau menjawab, “Kuda yang kamu ikut untuk berjihad fisabilillah, budak yang melayanimu dengan baik. Lalu jika ia mau melakukan shalat, maka berarti ia saudaramu.”

Imam Abu Dawud telah meriwayatkan dari Ali radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Akhir kalimat yang diucapkan oleh Nabi saw (ketika menjelang wafatnya) adalah peliharalah shalat, peliharalah shalat, bertakwalah kepada Allah dalam memelihara hamba sahayamu.

Di dalam riwayat lain juga diterangkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Adalah Nabi saw bersabda di waktu sakit yang membuatnya wafat, peliharalah shalat, dirikanlah shalat dan perhatikanlah kepada hamba sahaya yang menjadi milikmu. Beliau senantiasa mengulang-ulang perkataannya itu hingga suaranya habis.

Imam Ahmad dan Thabrani juga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda ketika mengerjakan haji wada’. “Berilah makan kepada hamba-hamba sahayamu dari makanan yang kau makan sendiri. Berilah pakaian dari pakaian yang kamu kenakan sendiri. Jika mereka datang dengan mengerjakan dosa yang kamu tidak dapat mengampuninya, maka juallah wahai hamba Allah, dan jangan kamu menyiksa mereka.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Sudah cukup seseorang mendapat dosa, jika ia tidak memberi makan kepada hamba sahaya yang dalam kekuasaannya.