Dikabulkannya doa orang yang teraniaya

Al Khotib meriwayatkan dari Ali r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:

Takutlah terhadap doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya ia meminta haknya kepada Allah dan sesungguhnya Allah tidak menolak hak orang yang memilikinya.

Ath Thoyalis meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:

Doa orang yang teraniaya adalah mustajab, meskipun ia orang yang suka durhaka, maka kedurhakaannya itu akan berbahaya untuk dirinya sendiri.

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Abdullah bin Unais r.a. diterangkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Pada hari kiamat (nanti) manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat, belum sunat, lalu ada suara yang memanggil mereka yang dapat didengar dari jauh sebagaimana didengar dari dekat.

“Akulah raja yang membalas yang tidak layak bagi seseorang dari penduduk surga untuk masuk surga sedang ada orang dari penduduk neraka yang masih menuntutnya tentang kedzaliman, sehingga masalah tamparan atau diatasnya. Dan tidak layak bagi seseorang dari penduduk neraka untuk memasukinya, sedang ia masih perlu dituntut tentang kedzaliman sehingga masalah tamparan atau seatasnya. Dan Tuhanmu tidak akan menganiaya kepada seorangpun.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya, sedang kami datang kepada Allah dalam keadaan tidak beralas kaki lagi telanjang?”

Rasulullah saw bersabda, “Dengan kebaikan dan keburukan sebagai balasannya, dan Tuhanmu tidak akan menganiaya kepada seorangpun.”