Dalil yang menerangkan tentang buruknya Marah atau sifat pemarah

Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Ibnu Asakir sebagai berikut:

“Wahai Mu’awiyah, berhati-hatilah kamu jangan sampai marah, karena sesungguhnya marah itu dapat merusak iman, sebagaimana jaddam dapat merusak rasa madu.”

Sementara dalam riwayat Al Khara’ithi diterangkan sebagai berikut:

“Berhati-hatilah kamu jangan sampai bermusuhan, karena sesungguhnya permusuhan itu dapat memutuskan agama.”

Ibnu Syiban telah berkata, “Allah telah berfirman ‘Wahai Ibnu Adam, ingatlah kepada-Ku di saat kamu marah, niscaya Aku akan mengingat kebaikanmu di waktu Aku marah. Dan Aku tidak akan membinasakan sama orang-orang yang Aku binasakan’.”

Dalam riwayat Imam Hakim, Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya marah itu adalah alat patri dari neraka jahanam yang diletakkan oleh Allah kepada perasaan hati seseorang diantara kamu. Apakah kamu tidak melihat jika ia marah maka kedua matanya memerah, wajahnya muram dan urat-uratnya mengembang.”

Imam Turmudzi juga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

“Neraka itu mempunyai pintu, tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang menyembuhkan kemarahannya dengan brbuat sesuatu yang dimurkai Allah.”

Menurut riwayat Imam Thabrani, Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang dapat menahan kemarahannya maka Allah akan menahan siksanya.”

Sedang Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

“Sesungguhnya marah itu berasal dari godaan setan, sedang setan itu diciptakan dari api. Dan bahwasanya api itu hanya dapat dipadamkan dengan air. Maka apabila seseorang di antara kamu marah, maka segeralah berwudhu.”

Bacaan ketika marah

Dan juga riwayat Imam thabrani bahwa rasulullah saw telah bersabda:

“Seandainya seseorang yang sedang marah itu mau membaca A’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) niscaya marahnya akan lenyap daripadanya.”