Dalil tentang iri hati dan hasud serta dengki

Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa:

“Sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba-Nya pada malam nisfu sya’ban, lalu Allah mengampuni dosa orang-orang yang mohon ampun, memberikan rahmat kepada orang-orang yang memintanya dan menangguhkan pengampunan dosa bagi orang-orang yang dengki dan dibiarkan sebagaimana sikap yang dimilikinya.”

Menurut riwayat Ibnu Zanjaweh:

“Amal perbuatan anak cucu Adam dihadapkan kepada Allah pada setiap hari senin dan kamis, lalu Allah memberikan rahmat kepada orang-orang yang minta rahmat dan mengampuni dosa orang-orang yang mohon ampunan. Kemudian Allah membiarkan orang-orang yang dengki.”

Dalam riwayat lain diterangkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda yang artinya sebagai berikut:

“Perbuatan baik itu dapat menjaga dari mati mendadak (mati yang jelek).

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa sebagian dari iman (orang yang alim) ada yang bertugas untuk memberi fatwa kepada sebagian amir (walikota atau gubernur), lalu berkata, “Berhati-hatilah kamu jangan sampai berbuat sombong, karena sesungguhnya sombong itu adalah permulaan dosa yang dilakukan oleh iblis kepada Allah, lalu membaca ayat, ‘Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, bersujudlah kepada Adam!’ lalu mereka bersujud kecuali iblis.” Berhati-hatilah kamu jangan sampai berbuat tamak, karena sesungguhnya perbuatan tamak itu menjadi sebab Nabi Adam dikeluarkan dari surga. Dimana Allah telah menempatkannya di surga yang luasnya tujuh langit dan bumi. Allah berfirman, “Makanlah apa saja yang ada di dalamnya, kecuali satu buah dari satu pohon.” Lantaran ketamakan Adam, ia pun memakannya. Akhirnya dikeluarkan oleh Allah dari surga. Kemudian penasehat Amir itu membaca ayat, “Kemudian Allah berfirman, ‘Turunlah kalian berdua dari surga’.”

Berhati-hatilah kamu jangan sampai memiliki sifat iri hati, karena perangai itu yang mendorong anak Adam membunuh saudara kandungnya, kemudian membaca ayat, “Bacalah kepada mereka kisah dua anak Adam dengan benar. Di saat keduanya berkorban, lalu diterima oleh Allah salah satunya dan yang lain tidak. lalu yang tidak diterima berkata, “Sungguh aku akan membunuhmu,” lalu saudaranya berkata, “Allah akan menerima korban dari orang-orang yang bertakwa.”

Menurut sebagian ulama yang lain sebab Qabil membunuh saudaranya sendiri adalah dikarenakan istri Habil lebih cantik daripada istri Qabil, akhirnya muncul sifat hasud sehingga berakhir dengan pembunuhan.