Cara menjawab dan menghadapi orang yang sulit mengerti

Berpaling atau tidak meladeni orang yang tidak mengerti

Allah swt telah berfirman dalam surat Al A’raf ayat 199, “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.”

Surat Al Qashash ayat 55:

dan apabila mereka mendengar Perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi Kami amal-amal Kami dan bagimu amal-amalmu, Kesejahteraan atas dirimu, Kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”.

Surat An Najm ayat 29, “Maka berpalinglah dari orang yang berpaling dari peringatan kami.”

Surat Al Hijr ayat 85, “Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan:

Ketika perang Hunain, Rasulullah saw lebih mementingkan bagian golongan orang-orang dari kalangan orang-orang Arab yang terhormat. Lalu seorang lelaki berkata, “Demi Allah, sesungguhnya pembagian ini dilakukan tidak adil dan bukan karena Allah tujuannya.”

Maka aku berkata, “Demi Allah, aku benar-benar akan melaporkan perkataanmu kepada Rasulullah saw.”

Lalu aku datang kepadanya dan menceritakan apa yang telah dikatakan oleh lelaki tadi. Ketika itu juga wajah beliau berubah dan tampak memerah, kemudian beliau bersabda, “Siapakah yang akan berbuat adil jika Allah dan Rasul-Nya tidak adil?”

Selanjutnya beliau bersabda, “Semoga Allah merahmati Musa. Dia telah disakiti lebih dari ini, tetapi dia sabar.”

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari melalui Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan:

Uyaynah ibnu Hishn ibnu Hudzaifah telah tiba, lalu tinggal di rumah anak saudaranya (yaitu Al Hur ibnu Qais), salah seorang yang dekat dengan khalifah Umar. Para ahli qurra adalah teman-teman khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu dan ahli musyawarah denganya, baik yang sudah lanjut usia maupun yang masih muda.

Lalu Uyaynah berkata kepada saudaranya, “Hai keponakanku, engkau dekat dengan Amirul Mukminin ini, maka mintalah izin kepadanya buatku.”

Lalu Al Hur meminta izin, dan khalifah Umar mengizinkannya. Ketika masuk ia berkata, “Hai ibnul Khaththab, demi Allah engkau tidak pernah memberiku dengan pemberian yang berlimpah dan engkau tidak memutus hukum di kalangan kami dengan adil.”

Maka Umar radhiyallahu ‘anhu marah hingga hampir saja menghajarnya, tetapi Uyaynah berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah berfirman kepada Nabi-Nya, ‘jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ Dan sesungguhnya orang ini termasuk orang-orang bodoh.”

Demi Allah, Umar tidak melanggarnya ketika dibacakan kepadanya, dan dia selalu berpegang kepada kitabullah.