Akibat orang yang berbuat dzalim

Diceritakan dari Ali bin Harb, bahwa ketika sedang bersama-sama dengan para pemuda di Maushil sedang bersantai di tepi laut, kemudian naik perahu, dan ketika berada di tengah laut tiba-tiba melihat ikan besar melompat dari tepi ke tengah-tengah perahu, maka mereka segera turun dari perahu untuk mencari kayu bakar untuk membakar dan makan ika itu.

Ketika mereka sedang mengumpulkan kayu bakar, tiba-tiba melihat sebuah gubuk. Maka mereka segera masuk dan melihat apa yang ada di dalamnya.

Di dalamnya ternyata ada seorang pemuda yang terikat tangan dan lehernya dan di sampingnya ada orang yang terbunuh serta seekor keledai yang berpelana kain. Maka mereka bertanya, “Bagaimanakan ceritanya sehingga kamu berada di tempat ini? Dan mengapa orang ini terbunuh?”

Lalu pemuda itu menceritakan apa yang telah terjadi, “Aku adalah orang yang menyewa keledai orang yang terbunuh ini, lalu ia membawaku ke tempat ini, lalu mengikat aku sedemikian rupa sebagaimana yang kamu lihat, lalu berkata kepadaku, ‘Tidak ada jalan lain bagimu, kecuali harus aku bunuh.’

Tiada upaya lain bagiku kecuali minta ampun kepadanya supaya jangan berbuat demikian kepadaku, dan aku bersedia menyerahkan apa saja yang dapat aku serahkan, dan berjanji tidak akan membuka rahasia kepada siapapun, tetapi ia tetap akan membunuhku.

Kemudian ketika ia akan mengeluarkan pisaunya, mendadak sukar untuk mengeluarkan dari sarungnya, dan ketika dipaksa dengan keras tiba-tiba keluar dengan keras dan langsung mengenai lehernya sehingga mati terbunuh oleh tangannya sendiri, an akupun tidak dapat melepaskan diriku dari ikatan belenggu ini.”

Akhirnya mereka melepaskan ikatannya dan keledai beserta kain itu diberikan kepadanya, lalu ia berangkat ke tempat yang dituju. Para pemuda kembali ke perahu, dan ketika sampai di perahu, ikan itu tiba-tiba melompat dan menghilang lagi.